boleh kepada kaum muslimin untuk memberikan zakat fitrah kepada amil dalam bentuk uang… tetapi zakat diberikan oleh amil kepada fakir dan miskin (mustahik satu2nya yang berhak menerima zakat fitrah) haruslah dalam bentuk beras (makanan pokok)……

tidak sah zakat orang yang mengundang fakir miskin datang ke rumahnya untuk membagi2kan zakat… karena zakat itu diberikan, bukan diambil sendiri oleh fakir miskin.. karena islam menjaga kemuliaan golongan fakir dan miskin… sehingga zakat itu dihantarkan langsung kepada fakir dan miskin… apalagi dalam prosesi pembagian zakat itu menimbulkan kericuhan bahkan meninggal dunia karena berdesak2an.

salah satu syarat zakat mal adalah haul… sehingga zakat penghasilan 2,5% diberikan dari uang/harta yang tersisa setelah tercapai masa haulnya (1 tahun hijriah).. sehingga fenomena perusahaan atau kantor yang langsung memotong gaji karyawannya 2,5% setiap bulan adalah salah bentuk “kedzoliman” dan tidak ada sunnahnya… kalaupun diberikan, statusnya hanyalah sadaqah.. bukan zakat.. karena tidak terpenuhnya syarat haul…

nisab zakat uang/tabungan/penghasilan adalah 43 juta.. kalau di akhir masa haul, kita punya tabungan segitu maka wajib dizakatkan 2,5%….

zakat fitrah boleh dibagikan oleh amil zakat 1-2 hari sebelum lebaran atau dibagikan ke mustahik setelah lebaran…

tidak ada kewajiban dan tidak ada tuntunan dalam memberikan zakat untuk mengucapkan ijab dan qobul… cukup diserahkan saja.. maka zakat kita sudah sah pada saat diserahkan kepada amil atau ke mustahik

# penjelasan Dr. Erwandi Tarmidzi, Lc., MA… pagi 30 juni 2016 di radio rodja