saya agak heran dengan seorang kawan yang katanya sudah melahap buku2 marxis sampai khatam dan mengikuti berbagai kursus marxisme sampai berbagai tingkatan tidak melihat adanya bahaya dari kebangkitan PKI di zaman kini…. mungkin kawan saya itu sudah menamatkan berbagai judul buku tentang marxisme… tetapi mungkin dia abai mengikuti perjalanan jejak langkah PKI di indonesia dan lupa baca AD/ART PKI yang menjadi kitab suci bagi gerak dan perjuangan PKI di indonesia….

 
di dalam preambul AD/ART PKI, teman2 akan menemui kalimat ini:
 
“Penggunaan jalan-jalan damai dan demokratis ini pada tingkatan terakhir akan ditentukan pertama-tama oleh tindakan-tindakan kaum imperialis dan kaum reaksioner di dalam negeri sendiri. Seperti halnya tujuan pembebasan Irian Barat tidak akan dapat dicapai dengan jalan damai selama kaum imperialis Belanda mempertahankan pendudukannya di sana dengan jalan kekerasan, juga tujuan mempertahankan dan menegakkan Republik tidak dapat dilaksanakan dengan jalan-jalan damai jika kaum kontra-revolusioner di dalam negeri dengan bantuan kaum imperialis melakukan tindakan-tindakan kekerasan dengan melancarkan pemberontakan seperti pemberontakan “PRRI” dan “Permesta”…..
 
Dalam perjuangan revolusioner, PKI harus berusaha menjadi teras daripada semua organisasi massa revolusioner. PKI juga harus melakukan perjuangan yang tidak mengenal ampun melawan aktivitas di dalam dan di luar Partai yang bermaksud merusak revolusi dengan jalan memecahbelah persatuan kelas buruh dan memecah persekutuan antara kelas-kelas yang revolusioner…..”
 
artinya, ketika PKI merasa upaya mereka untuk merangkul kekuatan politik di parlemen secara demokratis, usaha mengagitasi rakyat di level-level grassroot dan mengajak TNI untuk tunduk pada keinginan mereka mengalami kegagalan, maka PKI tidak segan-segan untuk melakukan cara-cara kekerasan untuk melumpuhkan dan membinasakan “musuh-musuh revolusi”…
 
dalam dokumen “Program PKI” sangat jelas dikatakan mereka sangat membenci PSI dan Masyumi… dalam poin “program tuntutan PKI untuk hak-hak demokrasi” dikatakan dengan jelas “Kalahkan politik anti-persatuan dan politik diktator anti-Komunis dari siapa saja, terutama yang bersembunyi di belakang dalih Pancasila dan persetujuan terhadap Manipol yang juga dilakukan oleh sebagian bekas pimpinan-pimpinan Masyumi-PSI, dan bentuk Pemerintah Gotong-Royong di antara partai-partai yang setuju Konsepsi Presiden….”
 
bagi PKI, Masyumi dan PSI adalah musuh besar yang harus mereka musnahkan… dan hal itu mendapat justifikasi ketika tokoh2 Masyumi dan PSI terlibat aktif dalam gerakan protes para komandan tentara yang merasa disingkirkan oleh para jenderal di jakarta yang bernama “PRRI-Permesta”…
 
dalam “Program PKI untuk Kemerdekaan Nasional” disebutkan:
 
“Hancurkan sama sekali gerombolan pengacau sisa-sisa kaum pemberontak kontra-revolusioner “PRRI-Permesta”, gerombolan teroris DI-TII, gerombolan subversif KMT dan gerombolan-gerombolan kaki tangan imperialis lainnya dan amankan seluruh negeri dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”
 
jika teman2 membaca buku-buku PRRI dan Permesta, maka akan sangat mudah ditemukan bagaimana beringasnya PKI yang membonceng dengan tentara pusat melakukan kekerasan, penyiksaan dan pembunuhan kepada rakyat-rakyat biasa tak tahu apa2 yang bersimpati dengan gerakan PRRI dan Permesta…
 
 
ketika tokoh2 Masyumi dan PSI sudah tak punya kuasa lagi karena sudah diamankan dalam penjara, TNI bersama para kiyai di desa-desa menjadi musuh selanjutnya yang harus dibasmi oleh PKI… TNI terutama Angkatan Darat bagaikan duri dalam daging untuk program revolusi PKI… kiyai-kiyai yang masih berwibawa dan punya pengaruh besar di desa-desa dianggap telah membuat rakyat larut dalam “mimpi-mimpi surgawi” sehingga mereka malas untuk melakukan kerja-kerja revolusi… inilah kemudian yang menjadi sasaran hajar PKI selanjutnya…
 
sangat naif kemudian jika memahami PKI hanya melulu dari kajian teoritis Marx… karena secara tegas dan jelas dalam sumpah menjadi anggota PKI tertera redaksi seperti ini:
 
““Saya bersumpah akan memenuhi semua kewajiban Partai; memelihara kesatuan Partai; melaksanakan putusan-putusan Partai; menjadi contoh dalam perjuangan untuk tanah air dan rakyat; berusaha menjadi contoh dalam kehidupan sehari-hari; meneguhkan hubungan massa dengan Partai; berusaha memperdalam kesadaran dan menguasai prinsip Marxisme-Leninisme; berterus terang dan jujur kepada Partai; menaati disiplin Partai; menjaga keselamatan Partai.”
 
dan dalam “Program PKI” sangat jelas disebutkan bahwa Leninisme dan apa yang telah dirintis oleh Soviet dan Tiongkok menjadi panduan praktis dalam kerja-kerja revolusioner PKI….
 
“Tidak meragukan lagi bahwa tujuan ini akan terlaksana, karena bintang kejora yang menerangi jalan perjuangan rakyat Indonesia ialah ajaran-ajaran Marx, Engels, dan Lenin yang maha jaya, dan karena pengalaman dua rakyat yang besar – Uni Soviet dan Tiongkok – merupakan teladan yang memberi inspirasi kepada rakyat Indonesia di bawah pimpinan kelas buruh dan Partai Komunis Indonesia. Jalan lain yang lebih mudah dan lebih cepat daripada ini tidak ada dan tidak mungkin ada…..”
 
program-program yang diusung oleh PKI memberikan harapan yang luar biasa kepada rakyat Indonesia… sebagaimana yang telah dicapai oleh Rusia lewat konsep ekonomi Lenin yang telah mengangkat kehidupan rakyat proletar Rusia… tetapi kemudian, rakyat digiring pada suasana mencekam lewat kekuasaan diktator Lenin… BBC menuliskannya seperti ini:
 
“Life improved for many ordinary people in Lenin’s Russia. But Russia was now a dictatorship and anyone who openly criticised Communism risked losing their life….”
 
Rakyat Rusia kemudian harus beradaptasi dengan 5 aspek penting dalam Communist State yang dibangun oleh Lenin:
 
1. Peace – as promised, Lenin made the Treaty of Brest-Litovsk with Germany although it meant that Russia lost vast amounts of its best industrial and agricultural land in Poland and the Ukraine.
 
2. Communist economy – the Bolsheviks gave the land previously owned by the nobles to the peasants, and factories were handed over to workers’ committees.
 
3. Communist laws – the Bolsheviks banned religion; brought in an eight-hour day for workers, as well as unemployment pay and pensions; abolished the teaching of history and Latin, while encouraging science; and allowed divorce.
 
4. Communist propaganda – there was a huge campaign to teach everyone to read. Agit trains’ went around the country showing communist newsreels and giving lectures to teach peasants about Communism.
 
5. Dictatorship – Lenin dismissed the Constituent Assembly, which was the parliament that the Provisional Government had arranged, and declared the ‘dictatorship of the proletariat’ (which was really, the dictatorship of Lenin). A secret police force called the Cheka arrested, tortured and killed anybody who tried to destroy the Communist state….
 
mimpi untuk menghidupkan kembali kejayaan dan cita-cita PKI di Indonesia sebenarnya tak lebih dari mengembalikan bandul sejarah kelam nan berdarah di Indonesia… kader-kader PKI boleh benci karena selama lebih dari 30 tahun tak berkutik di zaman Soeharto… tetapi membiarkan kader-kader PKI kembali hidup dan menguasai negeri ini sama saja dengan mempersiapkan kuburan peradaban masa depan Indonesia dengan situasi yang bisa jadi lebih parah daripada kediktatoran Orde Baru…
jangankan kepada TNI, Masyumi, PSI dan para Kiyai NU, kepada yang sama2 menganut Marxist pun juga dimusuhi oleh PKI… makanya Tan Malaka tak pernah dianggap sebagai kawan oleh PKI….
 
oleh karena itu, kita butuh pendekatan ideologi baru untuk masa depan Indonesia… pemaknaan pancasila yang lepas dari tarik menarik kapitalisme dan marxisme komunisme… bentuk-bentuk negara kesejahteraan yang diterapkan oleh Jerman dan negara-negara skandinavia bisa contoh yang menarik untuk membangun masa depan indonesia….
Bahan Rujukan:
1. http://www.bbc.co.uk/schools/gcsebitesize/history/mwh/russia/lifeinleninsrussiarev1.shtml
2. https://www.marxists.org/archive/lenin/works/1919/oct/30.htm
3. https://www.marxists.org/indonesia/indones/KongresPKIke7/ProgramPKI.htm
4. https://www.marxists.org/indonesia/indones/KongresPKIke7/KonstitusiPKI.htm
5. http://collections.mun.ca/PDFs/radical/FoundationsOfLeninismV18.pdf
Iklan