ada 3 varian perspektif mencermati heboh2 HMI versus Saut Situmorang dalam kaitannya dengan suksesi pengkaderan di HMI…
1. apabila kemudian LK 1 HMI alias Batra semakin diminati oleh mahasiswa dan terjadi peningkatan jumlah peserta sehingga bisa mengalahkan kuantitas mahasiswa yang ikut DM KAMMI, DAD IMM, dan LKD PMII, maka sesungguhnya api yang hendak dinyalakan oleh saut telah bermetamorfosis menjadi lentera yang membangkitkan kesadaran aktivisme mahasiswa secara massif dan semakin tertariknya mahasiswa dengan HMI…

2. apabila kemudian peserta LK 1 HMI tetap stagnan, tidak ada perubahan yang signifikan, dalam konteks pengkaderan sebenarnya heboh2 dengan Saut hanyalah sebagai bentuk “pembelaan harga diri” HMI yang lebih kepada konsolidasi internal… sementara mahasiswa pada umumnya tak mau ambil pusing dengan apa yang terjadi dengan HMI atau malah bertanya2 apa sieh HMI itu dan apa yang mereka perjuangkan…
3. apabila kemudian peserta LK 1 HMI semakin menurun pasca “serangan verbal provokatif” Saut, maka sesungguhnya telah terjadi antipati mahasiswa kepada HMI… mereka tidak melihat HMI sebagai organisasi yang layak untuk diikuti dan lebih baik menyibukkan diri dengan aktivitas lain atau bergabung dengan organisasi kampus yang lain…
dan manakah tren yang kemudian terjadi di hari2 ke depan, hanyalah waktu dan kader2 aktif HMI sendiri yang bisa menjawab… karena ini sangat berkaitan dengan bagaimana mereka mampu mempersuasi mahasiswa yang jumlahnya ribuan per angkatan pada satu perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta terkenal…