higher education di indonesia masih mencari format yang pas dalam formulasi akan menciptakan spesifikasi lulusan yang seperti apa…. karena mereka dihadapkan penyediaan banyak lapangan kehidupan… pekerja siap pakai untuk industri, akademisi yang pakar pada bidang keilmuan tertentu, entrepreneur yang mampu membuka usaha sendiri, para birokrat yang punya keahlian mengelola pemerintahan dan penyediaan politisi untuk duduk di legislatif…

sehingga untuk mencover semuanya, akhirnya perguruan tinggi di indonesia masih kebinggungan sehingga tetap membiarkan kurikulum dalam tataran general sehingga sang mahasiswa sendiri yang kemudian harus bisa mencari arah profesi yang akan ia geluti selepas menjadi sarjana… kalau masih belum ketemu, ya masih bisa untuk langsung studi lanjut S2 selepas S1 untuk memperpanjang masa berpikir dan menentukan pilihan….

saya tak tahu apakah untuk konteks indonesia pemokusan kepada research university atau entrepreneurial university bisa menjadi solusi untuk menghadapi bonus demografi 2045?? atau tetap membiarkan pembelajaran gado2 seperti sekarang akan solutif untuk menghindari indonesia dari bencana educated unemployment…. atau jangan2 universitas sedang mengarah sebagai lembaga bisnis tersendiri yang kemudian hanya berputar pada siklus bagaimana mendapatkan mahasiswa baru dan pada selebrasi wisuda 2-4 kali dalam setahun…

ada yang bilang salah satu penyebab tingkat pengangguran terdidik di indonesia karena TOO MANY SOCIAL GRADUATES…. terlalu banyak lulusan jurusan sosial humaniora (ekonomi, manajemen, hukum, sospol, sastra, dst, dst)…. sedangkan proyek2 mercusuar yang jadi skala prioritas sangat berhubungan dengan keahlian teknik (natural sciences).. seperti bangun jalan, bikin pabrik ini dan itu, buka tambang ini dan itu, penyediaan energi, penyediaan makanan dari pertanian dan peternakan, penyediaan teknologi informasi, digitalisasi dan internet serta kebutuhan layanan kesehatan… apakah perlu dipikirkan pengurangan kuota penerimaan di fakultas2 sosial humaniora di indonesia???

# refleksi setelah menghadiri public lecture Prof. Gordon Hewitt – professor of business, University of Michigan – Founder of Oxford Business School – Consultant to Fortune 500s CEO- di balai senat UGM….