cara cuci uang yang dilakukan oleh para pengusaha… pertama ya investasi di luar negeri kayak skema offshore companies… cara kedua yang tampak sangat mulia, yakni dengan membentuk lembaga charity dan philantropi… kedua2nya sangat berkaitan dengan upaya “meringankan” pajak….

sebuah studi di amerika mengatakan:

foundations were often perceived as efforts to whitewash the reputations of their robber baron founders and as means for them to escape taxation…

beralih pada isu filantropi, paling tidak kita bisa membeda 2 tipelogi filantropi yang berkembang… ada yang langsung masuk ke masalah basic needs seperti kelaparan, kesehatan dan pendidikan… isu-isu basic needs di indonesia kemudian ramai dalam ranah religious conversion…

yang kedua masuk pada ranah high policy.. yang berkaitan soal regulasi… inilah yang kemudian sangat halus dan sasarannya adalah orang2 hebat di kampus dan tokoh2 masyarakat serta pejabat… isunya juga level tinggi.. soal pemberdayaan, demokrasi, human right dan bla-bla…

apapun bentuk mekanisme filantropi baik itu dari yang diselenggarakan oleh negara, funding kapitalis dalam dan luar negeri ataupun personal donation semuanya memiliki ideologi tertentu…

saya belum tahu soal regulasi soal filantropis ormas2 islam.. termasuk yang masuk dari dana timur tengah… kalau memang sharing capital dan ukhuwah islamiyahnya seperti zamannya rasulullah atau zaman umar bin abdul azis, saya pikir tidak akan orang islam yang miskin di dunia ini… karena produksi minyak arab dan tambang2 di negara2 muslim sebenarnya bisa membuat 1,5 M orang islam di seluruh dunia bisa hidup sejahtera tanpa terkecuali…

# efek baca “Bad Investment: The Philanthropy of George Soros
and the Arab-Israeli Conflict – How Soros-funded Groups Increase Tensions in a Troubled Region”…. tulisan Alexander H. Joffe, Ph.D.