tidak banyak yang tahu bahwa “serangan” terhadap muhammadiyah soal masalah teroris sudah dimulai sejak muktamar makassar 2015 yang lalu.. ketika BNPT menawarkan sponsorship full untuk pelaksanaan muktamar muhammadiyah…. tetapi tawaran itu ditolak dengan gagah oleh pimpinan muhammadiyah… karena muhammadiyah adalah organisasi mandiri dan paham betul konsekuensi makan uang negara…

serangan kemudian datang lagi ketika muhammadiyah pasang badan untuk membela keluarga siyono… korban salah tangkap densus 88… tidak cukup membunuh siyono, aparat juga berusaha menghalang-halangi proses otopsi dan mengusir keluarga siyono…

meskipun istri siyono bercadar, bukan warga muhammadiyah dan ikut pengajian di luar kajian muhammadiyah, tetapi muhammadiyah tetap membuka tangan melakukan pembelaan… muhammadiyah tidak malah melempar dan mengatakan, “kenapa tidak minta tolong kepada ustadz dan jamaah tempat kamu ngaji??”…

bukan itu yang keluar dari lisan petinggi muhammadiyah.. kokam turun gunung untuk memberikan rasa nyaman dari teror yang dilakukan aparat kepolisian… pak busyro tampil sebagai juru bicara dan turun ke lapangan.. pak haedar melakukan pembicaraan tingkat elite dengan kapolri..

teman-teman… jangan terlalu mudah untuk mencap korban densus 88 sebagai teroris.. cobalah sedikit lebih kritis.. darimana densus 88 dapat uang… untuk 1 operasi densus 88 entah berapa ratus juta dan miliar yang dikeluarkan… hingga asal tangkap dihalalkan sebagai bukti kerja.. yang penting orangnya berjenggot dan celana cingkrang… langsung sikat..

yang kita sayangkan sekarang adalah ustadz2 yang juga berjenggot dan bercelana cingkrang malah bermesra-mesraan dengan BNPT dan Densus 88… tanpa melihat lebih jauh tentang persoalan global war dengan gelondongan dollar di belakangnya…

kita mengutuk setiap aksi-aksi kekerasan menumpahkan darah dan mengancam keamanan.. tetapi kita juga mengutuk setiap usaha menghilangkan nyawa sosok-sosok tak bersalah untuk perang terhadap teroris dengan aksi yang gegabah… dan sangat penting melihat persoalan ini dalam perspektif geopolitik yang lebih luas…