ijazah.. gelar sarjana… kemudian tak bermakna di hari wisuda… dilema antara hari berbahagia sekaligus menggalaukan…. betapa banyak kemudian para sarjana yang menganggur… sementara investasi yang sudah dikeluarkan selama 4-5 tahun entah berapa puluh/ratus juta…

beberapa kemudian memilih untuk terus kuliah… ambil program S2… dengan harapan bisa menaikkan daya tawar dalam persaingan lapangan kerja dan sebagian berharap bisa menjadi dosen dengan gaji menggiurkan… tetapi banyak juga kemudian kecewa… karena persaingan dosen semakin hari semakin ketat… banyak yang punya IPK 4,00 saat S2… apalagi semasa kuliah S2 TOEFL ngak pernah sampai di angka 500….

sangat penting bagi siapapun yang sedang menempuh pendidikan S1 dan S2 untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk menghadapi kehidupan yang lebih keras dan riil selepas menjadi sarjana…. tidak cukup hanya dengan IPK yang tinggi, tetapi harus didukung dengan kemampuan bahasa asing dan kemampuan teknis aplikatif yang dibutuhkan oleh dunia kerja…

kalaupun kemudian ada yang memilih untuk jadi enterpreneur, maka persiapan yang dilakukan juga harus jauh-jauh hari… membangun sebuah bisnis itu butuh paling tidak waktu 3-5 tahun untuk mendapatkan titik kestabilan… dan tak jarang juga yang awalnya sangat bersemangat memasuki dunia bisnis, kemudian bantir stir jadi pegawai kantoran karena bisnisnya tak kunjung maju dan omzet tak mampu mencapai BEP…

memang benar kuliah itu untuk membangun pola pikir seorang anak muda… tetapi jangan sampai di situ saja…. pola pikir yang hendak dibangun itu harus ada visi kemandirian dan perspektif finansialnya juga….