cobalah teman2 datang ke pasar tradisional ataupun kios2 kecil… tiap hari akan ada debt collector yang datang untuk menagih cicilan pinjaman… entah itu dari bank, bmt ataupun lembaga pemberi kredit lainnya…

bahkan pemerintah mendorong penyaluran kredit hingga Rp 100 triliun sampai Rp 120 triliun bank untuk kredit usaha rakyat dengan kisaran bunga antara 9-10%…

rasanya para ustadz dan ulama tak cukup dengan khutbah bahwa bunga bank itu haram… perlu ada langkah-langkah konkrit dan tunjukkan bahwa ajaran islam itu indah…

jikalau syariat mengharamkan uang tambahan atas pinjaman, dan pinjaman yang syar’i itu adalah nominal yang dikembalikan itu sama dengan yang dipinjam, perlulah segera dibikin sebuah LEMBAGA PEMINJAMAN ISLAM yang benar2 memberikan pinjaman tanpa mensyaratkan tambahan…

dan seharusnya pembuatan LEMBAGA PEMINJAMAN SYARIAH ini harus bersemangat dibuat oleh organisasi-organisasi islam… sebagaimana bersemangatnya organisasi2 tersebut menyerukan sadaqah dan zakat kepada umat serta sebagaimana bersemangatnya mereka mengelola lembaga ZIS….

saya yakin sangat banyak yang akan senang dengan kehadiran LEMBAGA PEMINJAMAN SYARIAH nir tambahan ini… dari mahasiswa sampai pengusaha, dari single parent sampai ke jomblo paten… dari pedagang kaki lima sampai ke pns biasa…

PERTANYAANNYA KEMUDIAN, APAKAH CERAMAH BERAPI2 PARA USTADZ MENGATAKAN KREDIT DENGAN TAMBAHAN ITU RIBA SAMA BERAPI-APINYA DENGAN GERAKAN DAN INISIASI UNTUK MEMBUAT LEMBAGA PEMINJAMAN SYARIAH NIR TAMBAHAN INI…