tersebutlah kisah nyata salah satu keluarga terkaya di kampungku… berbagai merk mobil ada di garasinya.. tanahnya berhektar-hektar… anak2nya pintar-pintar.. salah satunya mau melanjutkan s2 di eropa karena sudah mengantongi IELTS 7,5…
yang menarik bagiku adalah suami-istri itu selalu menghadiri sholat shubuh.. dan hampir selalu berada di shaf terdepan… di puncak kejayaan bisnisnya, beliau malah kepikiran untuk membangun masjid… sebagai amal ibadah untuk bekal di akhirat nanti…

di sisi aku menyaksikan seorang pemuda yang dengan semaunya menghina agamanya sendiri.. menghina Tuhan, rasul dan kitab suci agamanya sendiri… padahal untuk hidup saja, masih merengek minta duit sama orang tua… pergi ke eropa saja belum pernah, tetapi sudah merasa tahu dengan Barat… toeflnya entah berapa, ieltsnya apa lagi…
sehebat apapun anda menghina Tuhan tidak akan membuat anda menjadi orang yang bisa mengalahkan Tuhan… bahkan orang-orang yang sukses di sekitarku, mereka kemudian lebih banyak belajar agama dengan baik, mendengarkan pengajian dengan tekun… mereka mapan secara finansial… dan semakin mereka dilimpahkan rizki semakin besar ketaatan mereka kepada Tuhan…
itulah dunia aktivis mahasiswa yang tidak dibalut dengan metodologi belajar agama yang sistematis.. maunya cuma dekonstruktif… ujungnya mereka jadi politisi, kemudian melakukan korupsi.. atau jadi akademisi yang kemudian menjadi pengemis dengan menjual proposal menghina agama sendiri…
belajarlah dari orang-orang yang benar-benar sukses… dan telah melewati masa-masa galau muda… belajar dari sosok-sosok dewasa yang telah hidup di dunia melebihi 4 dasawarsa.. dari situlah kita akan menemukan kebijaksanaan dan makna hidup sebenarnya.. bukan dari sosok galau yang untuk menghidupi diri sendiri masih merengek minta duit sama orang tua…