kegersangan spiritualitas aktivis yang terlalu banyak membahas pemikiran, keorganisasian dan mengabaikan ibadah dan tazkiyatun nafs telah membuat beberapa dari mereka lari kepada ustadz-ustadz sunnah… toh di organisasi mereka sendiri sangat sulit untuk menemukan ustadz yang paham qur’an dan sunnah…
mereka kadang alfa bahwa ustadz-ustadz sunnah tersebut berafiliasi dengan organisasi yang selalu mereka serang dan anggap sebagai gerakan radikal… kealfaan  itu muncul karena memang mereka tak pernah ikut kajian ustadz yang bersangkutan secara langsung dan tak pernah berinteraksi dengan komunitas sunnah tersebut…

keberhasilan dakwah secara perlahan ini didorong oleh kecenderungan meninggalkan merk dan simbol2 ashobiyah… kita meninggalkan atribut-atribut dan egoisme perkumpulan untuk kemudian mempelajari islam dari sumber yang murni, alqur’an dan as sunnah.. di sisi lain keberhasilan ini juga dipicu oleh kehadiran ustadz-ustadz sunnah yang tidak berpikiran sempit dan mengabaikan cemoohan dari koleganya yang cenderung tertutup serta lebih memilih dakwah eksklusif…
semakin kuat kita meleburkan diri menjadi “ISLAM” dengan terus kuat mengkaji qur’an dan sunnah, semakin membuat kita meninggalkan fanatisme golongan dan sekat-sekat egoisme kelompok… karena predikat yang indah itu adalah muslim, mukmin dan muttaqin… bukan anggota harakah ini dan itu…
sungguh indah apa yang dikisahkan oleh sirah nabawiyah… memang sebelum resmi diangkat menjadi rasul, nabi muhammad lebih banyak mengasingkan diri dari masyarakatnya… pergi bersendirian dan menghabiskan waktu di goa hira… tetapi setelah diangkat menjadi rasul, beliau lebih banyak menghabiskan waktu mendakwahi masyarakat… tanpa memandang status sosial, ekonomi, gender, etnis dan preferensi keyakinan.. semuanya didakwahi rasulullah.. kalaupun sebagai manusia beliau punya sifat khilaf, serta merta di momen itu pula Allah langsung menegur beliau seperti kisah seorang bapak tua buta yang diabadikan Allah dalam surat Abasa….
metamorfosis da’i dan aktivis untuk melebur dalam barisan keislaman sungguh akan memberikan dampak luar biasa… penanggalan perlahan egoisme keunggulan aktivis IMM, HMI, salafi, PKS, HTI, MMI, PMII dan lain sebagainya menuju brand “aktivis islam” sangat urgen dilakukan… penanggalan status da’i muhammadiyah, dai NU, da’i tarbiyah dan pelabelan lainnya menuju “DA’I ISLAM akan membuat hati-hati umat akan bersatu… karena yang kita perjuangkan bukanlah kebenaran ORGANISASI dan HARAKAH, tetapi KEBENARAN ISLAM.. yang kita perjuangkan bukanlah IMM, HMI, KAMMI dan PMII.. tetapi bagaimana pemuda Islam punya ghirah untuk kembali kepada alqur’an dan as sunnah….