Belajar Memperjuangkan Hidup dari Warung Burjo


sebulan terakhir aku punya tempat tongkrongan baru… murah meriah dan merakyat… yang lebih menyenangkan dan lebih realistis daripada tongkrongan hedonis lagi fatamorganis yang beberapa tahun terakhir menginfiltrasi jogja… mall dan cafe….

warung burjo sunda dekat kos-anku…

seringkali terjadi obrolan-obrolan ringan saat menyeduh teh ataupun kopi dengan si Aa’ penjaga burjo…

tiap hari si Aa’ mulai kerja dari jam 5 pagi… baru berhenti jam 12 malam… sehari cuma tidur 5 jam… dengan penghasilan bersih 1 juta di luar fasilitas kamar tidur sederhana, makan serta rokok…

begitulah orang berjuang untuk mempertahankan hidup dan mencari rezeki… si Aa ngak tamat SMP… tetapi dia punya semangat hidup melebihi para sarjana yang tetap menikmati hidup sebagai pengangguran… melebihi semangat sebagian “suami rumah tangga” yang enggan bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga yang menjadi kewajibannya….

dari bos-nya aku pun mendengarkan curhatan bagaimana susahnya mencari karyawan baru… rata2 warung burjo di jogja buka 24 jam dengan 2 shift kerja… karena susah mendapatkan karyawan, akhirnya pak bos ini harus turun tangan sendiri bersama istri dan anaknya… wira-wiri ke 2 warung burjo yang ia kelola untuk melayani pembeli yang ramai pada waktu2 tertentu.. siang dan sore saat anak2 SMA pulang sekolah.. saat malam di warung burjo yang lain, ketika anak-anak kos keluar mencari makan malam….

dari curhatan pak bos pemilik burjo, sayapun berpikir, apakah lowongan kerja di indonesia itu memang sedikit sehingga banyak orang yang kemudian menganggur??? atau sebenarnya banyak yang gengsi untuk “kerja kasar” karena sudah mendapatkan titel sebagai sarjana atau sudah mendapatkan gelar master yang memberatkan nama???

#ayo_kerja_keras_menyelamatkan_masa_depan

Iklan

One thought on “Belajar Memperjuangkan Hidup dari Warung Burjo

  1. Saya ingin berbagi berbagi pengalaman.
    Saya lulus kuliah di bulan Februari. Baru mendapatkan pekerjaan yang sesuai keahalian dan pendidikan di bulan Desember.

    Selama selang waktu tersebut, selain disibukkan dengan melamar pekerjaan saya mengisinya dengan melakukan pekerjaan kasar. Diantaranya menjadi kuli pemasangan paving block, membuat loster, buruh pengecoran logam, dan buruh pembuat taman.

    Waktu itu upah buruh harian adalah 15.000 rupiah :)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s