English requirement untuk masuk ke berbagai perguruan tinggi di luar negeri telah beralih dari TOEFL ITP menuju TOEFL IBT dan IELTS. Hal ini dikarenakan kedua nama terakhir menguji secara komplit kemampuan bahasa seseorang. Mulai dari kemampuan berbicara, menulis, membaca dan mendengar. Karena saat seseorang sudah menempati kursi perkuliahan di luar negeri, kemampuan aktif berbahasa seperti menulis dan berbicara menjadi sangat dominan dan menjadi makanan sehari-hari.

Banyak kemudian yang memilih menekuni IELTS dikarenakan tesnya lebih “manusiawi”, dalam artian tesnya masih menerapkan paper based dan pas sesi speaking langsung berhadapan langsung dengan native speaker.

Namun persoalan besar yang dihadapi oleh teman-teman yang ingin belajar IELTS adalah persoalan biaya kursus persiapan IELTS yang super duper mahal. Sebagai gambaran aja, di Yogyakarta Paket 14 kali pertemuan kursus IELTS berkisar antara Rp. 1.000.000 sampai Rp. 5.000.000. Cerita lain, seorang teman saya yang belajar IELTS intensif di Bandung selama sebulan menghabiskan lebih dari Rp. 10.000.000 dengan hasil yang kurang memuaskan. Cuma mendapatkan Band 5.5. Belum lagi untuk mendaftar tes IELTS, teman-teman harus merogoh kocek $230 alias Rp. 3.100.000 (pakai kurs Rp. 13.500/dollar).

Pada kesempatan ini saya akan memberikan TIPS kepada teman-teman yang punya low budget, tak punya banyak tabungan untuk ambil kursus IELTS serta ngak tega juga merengek-rengek sama Mama dan Papa untuk menambah uang belanja buat daftar kelas persiapan IELTS yang super duper mahal. Solusi yang saya tawarkan adalah perpaduan belajar MANDIRI dan bikin IELTS COMMUNITY.

Namun sebelum mulai belajar dengan cara “Gratisan” ini, saya sangat merekomendasikan teman-teman untuk punya TOEFL ITP minimal 475, karena itu akan sangat membantu teman-teman untuk terjun bebas ke rimba per-IELTS-an yang lebih menantang. Terutama soal kemampuan Grammar yang menjadi salah satu kunci untuk semua sesi yang diujikan dalam tes IELTS.

Well, sekarang kita masuk pada paparan teknis belajar IELTS MANDIRI dengan capaian yang spektakuler. Saya akan merangkumkan beberapa pengalaman beberapa IELTS test taker yang telah sukses meraih Band 7-8 tanpa ikut kursus IELTS.

Agar teman-teman bisa fokus, maka pertama kali yang harus ditetapkan adalah durasi belajar. Teman-teman bisa menyetting waktu 3-4 bulan untuk persiapan IELTS. Jika teman-teman masih punya TOEFL ITP di kisaran 450-500, bisa diestimasikan teman-teman baru punya IELTS band 5-5.5. Fokus belajar dalam waktu 3-4 bulan sangat cukup untuk membantu teman-teman menaikan band 1 poin menjadi 6 sampai 6.5. Di berbagai universitas di belahan dunia, band 6.5 sudah cukup untuk melamar program S2 ataupun S3.

Untuk belajar mandiri tentu saja butuh teman setia. Siapakah teman setia itu??? BUKU dan Ebook. Berikut adalah beberapa buku dan materi IELTS recommended  yang bisa teman-teman beli atau download di internet:

  1. Buku Advance IELTS
  2. IELTS Cambridge 1-10
  3. UTS: Prepare for IELTS Skills and Strategies, Reading and Writing
  4. Barron’s IELTS

Berbagai materi video yang berkaitan dengan IELTS sangat mudah kita temukan di Youtube. Jadi sering-sering buka Youtube untuk mendukung buku-buku IELTS yang telah teman-teman miliki. Berbagai latihan soal yang ada di berbagai website juga akan sangat membantu. Teman-teman cukup mengetikan “IELTS” saja di Google.com untuk mendapatkan berjibun materi dan contoh-contoh soal IELTS.

Website yang bisa dikunjungi:
1. http://ielts-simon.com/
2. http://www.dcielts.com/
3. http://www.ielts-exam.net/

Kalau bahan-bahan  belajarnya sudah ada maka saatnya kita masuk kepada strategi belajar.

Cara belajar yang baik adalah dengan memadukan pemahaman materi dengan latihan-latihan soal. Salah seorang peraih IELTS Band 8 memberikan pembagian waktu yang menarik untuk belajar IELTS. 1 hari untuk belajar materi, 1 hari untuk latihan soal. Teknisnya seperti ini. Jika pada hari Senin teman-teman mulai belajar materi LISTENING, maka di hari Selasa teman-teman berlatih mengerjakan soal-soal LISTENING.

Mungkin format belajar seperti ini akan membantu teman-teman:

Minggu Pertama

  1. Senin: Belajar Materi Listening
  2. Selasa: Latihan 1 paket soal (40 soal) Listening
  3. Rabu: Belajar Materi Reading
  4. Kamis: Latihan 1 Paket soal Reading (40 soal)
  5. Jum’at: Belajar Materi Speaking
  6. Sabtu: Latihan Speaking dengan teman-teman komunitas IELTS
  7. Ahad: Libur

Minggu Kedua:

  1. Senin: Belajar Materi Writing
  2. Selasa: Latihan soal-soal Writing (kalau bisa bersama teman-teman komunitas IELTS)
  3. Rabu: Belajar Materi Listening
  4. Kamis: Latihan Soal-soal Listening
  5. Jum’at: Belajar Materi Reading
  6. Sabtu: Latihan Soal-soal Reading

Untuk Minggu Ketiga dan Keempat, teman-teman tinggal menjalankan ritme ini saja secara teratur dan dinamis. Tentu saja jadwal di atas hanyalah tawaran saja. Buat teman-teman yang punya banyak waktu luang, jadwal belajarnya bisa dirubah menjadi perpaduan belajar materi dengan latihan soal dalam sehari. Misalnya belajar materi Listening di pagi hari. Kemudian siang atau malam harinya berlatih mengerjakan 1 paket soal Listening IELTS.

Selain mempelajari Tips dan Tricks IELTS serta latihan soal ada kegiatan yang akan sangat membantu proses belajar Mandiri ini. Berikut beberapa kebiasaan yang bermanfaat buat teman-teman dalam mempersiapkan IELTS:

  • Listening: Mendengarkan siaran BBC 4 dan BBC 5.
  • Reading:Baca 2-3 artikel perhari di website The Guardian atau Hufftington Post
  • Writing: nulis deskripsi tabel, grafik dan opini 300an kata di Facebook dengan harapan ada yang mengkritisi. unduh aplikasi Dictionary.com di Play Store untuk menambah dan cek vocabulary
  • Speaking: Kalau bisa coba cari rekan untuk latihan bicara. Apakah itu IELTS Community atau komunitas Speaking Club.

Apabila Ritme itu berlangsung lancar dan tekun teman-teman jalani, maka jadwalkanlah untuk mengambil Tes Simulasi IELTS untuk mengukur dan mengevaluasi hasil belajar teman-teman. Di Yogyakarta, teman-teman bisa melakukan tes simulasi IELTS di IONS Jogja. Biayanya sekitar Rp. 250.000. Kalau beruntung, pada sesi Speaking teman-teman akan ketemu dengan Native Speaker. Jadi sangat membantu untuk menghadapi real test, dimana teman-teman akan bertemu Examiner penutur asli bahasa Inggris.

Usahakan ambil tes simulasi 2 atau 3 kali. Sehingga teman-teman bisa mengukur kemampuan dan menemukan kepercayaan diri untuk mendaftar di real test IELTS yang biaya mencapai Rp. 3.100.000.

NOTE: IELTS adalah tes Bahasa Inggris yang sangat kental dengan nuansa Britishnya. Jadi memfamiliarkan diri dengan kanal-kanal radio, tv dan film yang beraksen British akan sangat membantu teman-teman untuk membiasakan diri dengan logat British yang lumayan berbeda dengan style American. Rajin membuka laman website berita terpercaya dari UK  juga akan sangat membantu dalam memahami strutuk bahasa penulisan ala British.

Sumber Inspirasi: 

  1. Pemilik Band 8 dengan band Listening 9………….. https://shesaride.wordpress.com/2014/11/11/cara-mudah-mendapatkan-skor-ielts-idaman-12/
  2. Pemilik Band 7 dengan band Reading 8.5………… http://comatosed-thoughts.blogspot.co.id/2014/03/pengalaman-pertama-mengikuti-tes-ielts.html