MUKTAMARNYA SAJA KACAU-BALAU DAN HANTAM-HANTAMAN, ULAMA MEREKA SALING SIKUT DEMI JABATAN, BAGAIMANA PULA MEREKA MAU MENGAJARKAN KITA TENTANG ISLAM YANG RAMAH DENGAN LABEL ISLAM NUSANTARA???

jika ada keyakinan teguh bahwa Islam itu datang dari Allah, maka rasanya tak perlu ada embel-embel di belakang Islam… kadang manusia merasa lebih hebat daripada Tuhan, sehingga merasa perlu menambah-nambah apa yang sudah ditetapkan oleh Tuhan… atau mungkin mereka perlu menambahkan sesuatu setelah Islam sebagai bagian dari bentuk ashobiyah yang membedakan mereka dengan kelompok Islam yang lain…

tidakkah kita pernah berpikir, kegemaran kita membikin istilah2 baru yang disandarkan kepada islam seperti Islam modernis, Islam konservatif, Islam Arab, Islam Nusantara mengandung sebuah kecenderungan bahwa kita BELUM PUAS dengan kata Islam saja… Atau kita hendak meninggikan kelompok kita dan merendahkan kelompok yang lain… padahal nabi muhammad yang diyakini sebagai sebaik2 manusia sudah mencukupkan diri dengan memakai kata ISLAM…

islam hadir di tengah masyarakat jahiliyah arab… yang mungkin kejahiliyahnya belum tertandingi oleh orang-orang nusantara…. mereka membunuh anak perempuan… mereka memperbudak manusia dan memperlakukannya seperti binatang… mereka mengantungkan nasib kepada anak panah… tetapi ketika islam datang, mereka berubah total.. dari masyarakat yang tak pernah diperhitungkan oleh peradaban lain di masanya, kemudian berubah menjadi imperium peradaban yang menjadi kiblat ilmu pengetahuan berabad-abad lamanya…

apa yang kemudian terjadi di arab saat ini dengan berbagai konflik dan terlena dalam kemewahan berkah dari emas hitam, sebenarnya dapat kita pahami sebagai fenomena semakin menjauhnya masyarakat arab dari nilai-nilai Islam… bisa jadi itu karena mereka terjerat oleh nafsu duniawi sehingga melepaskan islam dalam kehidupan mereka… bisa jadi ini karena faktor eksternal dari berbagai kepentingan yang ingin mereka porak-poranda sehingga kekayaan alam mereka bisa dikuasai oleh negara-negara adidaya…

jangan kita terlalu cepat berkesimpulan bahwa pertumpahan darah yang terjadi di timur tengah saat ini dengan konotasi “Islam Arab yang pemarah”… sehingga di Indonesia kemudian kita latah dengan membuat slogan baru “Islam Nusantara yang ramah”… apalagi yang mengkampanyekan itu adalah sebuah ormas yang pas muktamarnya saja kacau balau… di antara petingginya saja saling hantam demi jabatan… bagaimana pula mereka hendak mengajarkan Islam yang Ramah kepada kaum muslimin Indonesia??? JAUH PANGGANG DARIPADA API kata orang kampung saya…:)

bukankah lebih baik jika kita kembali mempelajari akhlak nabi… kembali kepada sumber mata air yang murni… lewat sirah nabawiyah dan kitab-kitab hadist… sehingga kita kemudian bisa merasakan keindahan Islam dan menyadari bahwa kita sendiri sebenarnya telah jauh dari akhlak yang diajarkan oleh rasulullah… jika yang salah itu sebenarnya adalah perilaku kita, kenapa tidak berupaya untuk memperbaiki perilaku kita sendiri… daripada capek2 membuat islam baru yang mengindikasikan seolah-olah ISLAM saja belum cukup…