sampai hari ini tidak ada instruksi pemerintah untuk menetapkan RABU 23 SEPTEMBER 2015 sebagai hari libur nasional….. padahal sekian puluh juta rakyat indonesia merayakan idul adha hari ini… mereka dipaksa tetap masuk kantor.. dipaksa tetap bekerja… dipaksa tetap sekolah dan kuliah…

di sisi lain yang berkeyakinan idul adha tanggal 24 SEPTEMBER 2015, enggan untuk ikut mengumandangkan takbir di masjid… pulang duluan selepas sholat jamaah karena imam mengumandangkan takbir… karena merasa belum saatnya untuk takbiran… padahal kalau dibaca buku2 ulama, diperbolehkan untuk mengumandangkan takbir sejak magrib tanggal 9 dzulhijah…

saya malah berpikir, kalau ada perbedaan hari raya, kenapa tidak dibuatkan saja spanduk yang sama… satu spanduk berisi 2 pengumuman sholat ied yang diselenggarakan di tempat yang sama…

saya malah berpikir, kalau ada 2 versi hari raya, hasil infak dalam 2 hari itu dikumpulkan.. kemudian disalurkan bersama-sama untuk kepentingan umat secara menyeluruh… sebagian untuk masjid di sekitar tempat penyelenggaraan sholat ied.. sebagian untuk anak2 yatim di daerah setempat… sebagian untuk dijadikan kas baitul maal untuk memberikan pinjaman tanpa bunga buat masyarakat tak mampu…

tahun ini, pemerintah dan para tokoh agama kembali gagal BERTOLERANSI dan MENYATUKAN UMAT ISLAM INDONESIA….