Kemarin, selepas kelas Pronunciation B di EEC Sanata Dharma, aku langsung meluncur ke Masjid Kampus UGM untuk menghadiri Tabligh Akbar yang diisi oleh Dr. Bilal Philips. Bagi yang suka dengan kajian-kajian keislaman, tentu nama Bilal Philips bukanlah nama asing. Beliau adalah seorang keturunan Jamaika yang tinggal di Kanada dan mendapatkan hidayah Islam di waktu masih muda. Selepas memproklamirkan diri sebagai muslim, beliau melakukan safari ilmiah, menuntuk ilmu di S1 Universitas Madinah kemudian melanjutkan S2 di Universitas Ibn Suud Riyadh dan meraih gelar doktor bidang Islamic Studies dari University of Wales. Saat ini Dr. Bilal Philips sedang mengembangkan universitas Islam berbasis pembelajaran online yang diberi nama Islamic Islam University. Kunjungan beliau ke Indonesia kali ini selain untuk bersilaturrahmi dengan kaum muslimin di Indonesia, juga hendak meluaskan jangkauan universitas beliau ini kepada kaum muslimin Indonesia yang ingin mempelajari ilmu-ilmu umum dan keislaman. Biaya yang dikenakan untuk menjadi mahasiswa Diploma, Sarjana dan Master di universitas ini sangat murah sekali. paling tinggi hanya 2,5 juta per semester. Namun, teman-teman diajar oleh para scholars yang tidak hanya mengajar untuk sekedar mendapatkan uang, tetapi lebih kepada misi menciptakan alumni-alumni yang mau berjuang dan menegakkan kemuliaan Islam.

bilal

Dalam ceramahnya, Dr. Bilal membahas tentang penyebab Islamophobia. Namun pada postingan kali ini, saya lebih memfokuskan diri pada 2 pesan beliau kepada kaum muslimin di Indonesia, terutama kepada anak-anak muda dan mahasiswa. Saya mencatat paling tidak ada 2 pesan penting beliau yang sesegera mungkin harus dikerjakan dan diimplementasikan dari keseharian kita.

  1. BERJANJI TIDAK MENYONTEK DARI HARI INI SAMPAI MATI

mulai malam ini berjanjilah untuk tidak lagi menyontek dalam setiap apapun tes dan ujian… kerjakan semua dengan kemampuan sendiri dan hasil jerih payah usaha sendiri… karena semua kampanye soal korupsi hanya hilang ditelan awan, kalau budaya menyontek di kampus-kampus di indonesia masih menggurita…

kalau ustadz yuhanar ilyas pernah memberikan khutbah seperti ini… kalau ada sarjana lamar kerja.. kemudian dia melamar pakai ijazah S1 atau D3… nilai2 mata kuliah di ijazah itu ada 14 mata kuliah yang nilainya hasil contekan, maka 10% gaji yang didapatkan dari pekerjaan yang dulu dilamar pakai ijazah itu adalah penghasilan yang haram…

menyontek sebenarnya bukan hanya domain mahasiswa D3 dan S1… bahkan untuk sekaliber Professor pun ada yang MELEGALKAN BUDAYA MENYONTEK untuk mahasiswa program doktor nya… tentu saja bukan bentuk contekan dari bangku sebelah pas ujian atau buka kertas gopekan.. lebih parah dari itu, professor membudayakan contekan dengan “MEMBUATKAN” disertasi untuk mahasiswa doktornya…

salah satu bentuk contekan lain yang banyak dilakukan oleh mahasiswa S1, S2 dan S3 adalah MENIPU dalam PERSYARATAN TOEFL.. ada yang nyewa orang, ada yang nyari sertifikat TOEFL abal2.. ada juga yang lebih parah, merubah nilai skor TOEFL nya yang rendah dengan Corel atau Photoshop, kemudian membuat skor baru agar bisa lulus kuliah…

2. MULAI HARI INI RUTINKAN MEMBACA TERJEMAHAN ALQUR’AN DALAM BAHASA INDONESIA

mulai hari ini biasakanlah membaca ALQUR’AN dalam versi terjemahan bahasa Indonesia tuntas dari al fatihah sampai an naas… mungkin kita sudah berkali2 mengkhatamkan baca alqur’an dalam bahasa Arab.. namun Dr. Bilal Philips bilang perlu bagi kaum muslimin Indonesia untuk membaca terjemahan Al Qur’an dari awal sampai akhir… agar bisa mendapatkan faedah dan pemahaman atas alqur’an yang telah kita tilawahi setiap hari….

apalagi buat kebanyakan orang Indonesia, bahasa Arab masih menjadi bahasa asing… dan dapat juga dipahami bahwa alqur’an itu punya rasa bahasa yang tinggi dan sangat sastrawi… banyak dari kita sudah mengerti bahasa indonesia dan sangat mudah membaca tulisan semi formal yang ada di koran.. tetapi banyak di antara kita yang sulit memahami karya tulis setingkat disertasi.. apalagi membaca disertasi atau buku-buku filsafat yang susahnya minta ampun… beberapa dari kita dengan mudah memahami alur cerita novel laskar pelangi, tapi hanya sedikit dari kita yang bisa memahami puisi-puisi yang ditulis taufik ismail, rendra, sutardji ataupun chairil anwar…

oleh karena itu, membaca terjemahan alqur’an dalam bahasa Indonesia (terjemahan departemen agama) yang merupakan hasil kerja keras kumpulan profesor pakar qur’an dan ahli ilmu qur’an serta ahli bahasa arab dan indonesia bisa membantu kita untuk memahami alqur’an dalam bahasa yang kita mengerti…

tentu akan lebih bagus apalagi mulai sekarang kita juga sudah mulai belajar bahasa arab dan mulai mengkoleksi buku2 tafsir untuk mendapatkan pemahaman yang lebih dalam tentang ALQUR’AN yang telah dijamin Allah keasliannya dan telah dijadikan Allah sebagai obat bagi hati, pikiran dan tubuh manusia…