Dalam resonansinya hari ini di Harian Republika Prof. Syafi’ Ma’arif menulis:

“Sekarang seluruh kota Suria telah binasa, masa depan rakyatnya gelap-gulita, sementara dunia membisu membiarkan drama maut ini berlangsung terus. Ya, Allah, mohon tampakkan keberpihakan Engkau untuk menolong hamba-hambaMu yang menjadi korban para elite yang mabuk dunia dan gila kekuasaan. Rakyat Suria dibiarkan sendiri menanggulangi nasibnya dalam kepungan penderitaan yang nyaris tanpa batas. Oleh sebab itu, ya Allah, dengarlah jeritan tangis mereka, karena Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui!”

kemudian kita bertanya, apa yang sudah dilakukan oleh Ma’arif Institute untuk membantu kaum muslimin di Syiria??? DALAM 3 TAHUN TERAKHIR INI ADAKAH SYAFI’I MA’ARIF DATANG KE SYIRIA UNTUK MELIHAT LANGSUNG PENDERITAAN RAKYAT SYIRIA???

kita malah melihat yang sangat giat menggelorakan do’a di khutbah jum’at dan tabligh akbar, melakukan aksi-aksi demonstrasi pengecaman kebiadaban rezim al assad, yang berkeringat melakukan aksi donasi pengumpulan dana dan bahkan datang langsung ke Syiria baik untuk dalam bentuk aksi kemanusiaan dan kesehatan maupun dalam bentuk jihad melawan rezim al assad adalah KELOMPOK2 YANG SELALU DISERANG OLEH PROF. SYAFI’I MA’ARIF SEBAGAI KELOMPOK FUNDAMENTALIS DAN ANTI PLURALIS…. JANGAN-JANGAN YANG DIAM MEMBISU ITU SEBENARNYA MA’ARIF INSTITUT YANG TERLALU SIBUK DENGAN PUBLIKASI-PUBLIKASI PESANAN DAN DIBIAYAI DONATUR DARI LUAR…

Mungkin bagi Prof. Syafi’i, Syiria adalah kepingan neraka.. tapi bisa jadi Allah memberikan ujian buat penduduk Syiria untuk hidup mulia dan menjadi jihad sebagai shortcut menuju surga NYA….

cukuplah ayat2 alqur’an ini menjadi penguat bagi kita untuk terus menggelorakan semangat jihad dalam bentuk apapun di bumi al anbiya’….

“Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasululloh, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Alloh dan berkata, ‘Janganlah kamu berangkat berperang dalam panas terik ini’. Katakanlah, ‘Api neraka jahanam lebih panas’. kalau saja mereka mengetahui. Maka hendakah mereka sendiri tertawa dan banyak menangis, sebagai balasan dari apa yang selalu mereka kerjakan. Maka jika Alloh mengembalikanmu pada satu golongan dari mereka, kemudian mereka minta ijin kepadamu untuk pergi berperang, maka katakanlah, ‘kamu tidak boleh keluar bersamaku selamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak berperang pada kala yang pertama karena itu, duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang.’ (At-Taubah: 81-83)

“Akan tetapi, Rasululloh saw dan orang-orang mukmin yang berjihad bersama beliau dengan harta dan jiwa mereka kebaikan dan merekalah orang-orang yang beruntung. Alloh menyediakan untuk mereka surga yang dibawahnya terdapat sungai-sungai yang mengalir, mereka kekal didalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (At-Taubah: 88-89)

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Alloh itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapatkan rezeki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Alloh yang diberikan kepada mereka dan mereka bergembira hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang mereka yang belum menyusul, bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati .” (Ali Imran: 169-170)

“Dan orang-orang yang beriman berkata, ‘Mengapa tidak diturunkan suatu surat?’ Maka jika diturunkan surat-surat yang jelas maksudnya dan disebutkan di dalamnya (perintah) perang, kamu lihat orang-orang yang ada penyakit didalam hatinya memandang kepadamu seperti pandangan orang orang yang pingsan karena takut mati, dan kecelakaanlah bagi mereka. Taat dan mengucapkan perkataan yang baik (adalah lebih baik bagi mereka). Apabila telah tetap perintah perang (mereka tidak menyukai). Tetapi jika saja mereka benar (imannya) kepada Alloh, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (Muhammad: 20-21)