sarjana filsafat sebenarnya tidak harus distigmakan dan terjebak menjadi “pendebat” dan “herder galak” yang selalu menyalak terhadap agama…

beberapa teman saya, akhirnya menjadi lawyer dan memakai kekuatan berpikir logis dan sistematis yang ia dapatkan di jurusan filsafat untuk membela kaum2 tertindas dengan argumen-argumen yang bernas…beberapa kakak kelas saya, memilih berkarier di bidang jurnalistik dan punya reportase-reportase bagus yang digemari oleh banyak pembaca.. bahkan ada yang dipercaya menjadi orang penting di salah satu grup media besar di indonesia…

kawan saya yang lain memilih untuk menekuni “etika perang” untuk kuliah masternya dan ingin meneruskan kajian di bidang itu saat mengambil program doktor… kakak kelas saya yang lain, beralih menjadi politisi dan dipercaya memegang ketua pimpinan wilayah sebuah partai politik nasional di sebuah provinsi yang terkenal sebagai gudang ulama dan intelektual… beberapa teman saya malah jadi bankir dan petani… mungkin masih banyak lagi bidang-bidang kehidupan yang digeluti oleh para sarjana filsafat…

terlalu sinis melihat anak filsafat dan dihujat sebagai biang kerok penghancur agama, rasanya tidak tepat… bahkan orang-orang yang sibuk mempertanyakan eksistensi tuhan dan mengerogoti agama malah dari orang yang tidak pernah punya degree filsafat dan berasal dari keilmuan luar filsafat…

stephen hawking, sang fisikawan terkenal masa ini, adalah ilmuwan yang sampai sekarang masih keras menentang eksistensi dan keber”ada”an Tuhan… seorang dosen bertitel doktor yang mengajar di universitas muhammadiyah sumatera barat yang beberapa waktu yang lalu melakukan aksi penginjak-injakan alqur’an karena mau membentengi mahasiswa dari pengaruh ISIS, S1, S2 dan S3 nya mengambil bidang pendidikan.. ia tak punya gelar sarjana, master atau doctor of philosophy…

kita bisa belajar dari jerman bagaimana mereka bisa menjadi kekuatan ekonomi terkuat dan nomor 1 di eropa saat ini.. selain tumbuh dengan kekuatan manufaktur dan industri dari pabrik pesawat sampai pabrik obat, jerman adalah gudangnya para filsuf… mungkin hampir 1/3 filsuf terkenal dunia yang buku2nya dibaca oleh mahasiswa dan pecinta filsafat berasal dari jerman…

untuk membangun sebuah pabrik pesawat dan industri obat tidak melulu cuma membutuhkan para technician dan pharmacist yang handal… tetapi ada landasan ideologi, ada worldview yang melatarbelakangi dan ada konsep pembangunan jangka panjang dari pengambil kebijakan…

indonesia sudah punya orang jenius dalam hal pembuatan pesawat… tapi jangankan bikin pesawat berbadan besar, memproduksi pesawat perintis saja masih banyak mendapat halangan.. persoalannya bukan tak ada uang dan investor… yang jadi masalah adalah ideologi dan orientasi pembangunan penguasa yang berasal dari pola pikir dan falsafah yg dianut pemimpin sebuah negara…

meluaskan pandangan dan meluruskan pemahaman tentang filsafat rasanya masih dibutuhkan meskipun di era berbagai informasi dan literatur ilmiah bisa diakses gratis… bahkan salah paham itu menderita orang-orang yang sudah mendapatkan pendidikan di kampus terbaik di negeri ini…