melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar kebanyakan terhenti pada pembicaraan “pengaruh ekonomi global”… jarang yang terang-terangan mengupas bahwa ini adalah bentuk dari permainan “ekonomi yahudi”… kenapa dollar menjadi patokan nilai tukar mata uang asing, kenapa tiap jam terjadi perubahan nilai jual dan nilai beli hampir semua mata uang asing di dunia… toh kalau dibikin statis, akan memberikan garansi kenyamanan kepada pelaku usaha…

jadi memang ada “mafia brilian” yang mengatur itu semua.. mereka tidak bergerak di sektor-sektor riil seperti pertambangan, otomotif, manufaktur dan supply barang… mereka bermain melampaui itu.. duduk manis di depan komputer, sambil mengotak-atik angka untuk nilai valas dan harga saham… mungkin ada hukum ekonomi yang mereka buat.. seperti faktor ketersediaan uang pada sebuah negara, neraca perdagangan, investasi dan sirkulasi kredit…

jika teman2 tahu, perbandingan uang yang ada di muka bumi ini dengan komoditas barang yang perjualbelikan adalah 3000 : 1… artinya, pemilik mayoritas uang bisa melakukan permainan terhadap harga barang…

sangat mudah bagi pemilik mayoritas uang di dunia ini untuk mengintervensi iklim ekonomi di sebuah negara… bahkan sangat mudah bagi “mereka” menghancurkan sebuah negara yang kekuatan ekonominya dibangun atas investasi, transaksi keuangan virtual…

oleh karena itu sangat penting untuk membangun sebuah ekonomi yang berbasis kegiatan riil.. pertanian, peternakan, perdagangan barang-barang, dan penguasaan negara terhadap sektor air, energi dan hutan… karena lewat itulah masyarakat bisa sejahtera…

itulah yang dilakukan oleh rasullullah semasa di madinah.. untuk membendung sistem ribawi yang digerakkan oleh orang-orang yahudi, rasulullah menguatkan sektor pertanian di madinah… menggiatkan pasar dimana masyarakat bisa saling bertransaksi secara langsung.. jual beli ternak, jual beli kurma dan berbagai kebutuhan hidup lainnya…

dari sejarah kitapun bisa belajar, kenapa hitler mendepak orang-orang yahudi dari jerman??? sebenarnya inti utamanya bukan soal rasisme dan semangat antisemit… pemicu dasarnya adalah dominasi orang-orang yahudi dalam ekonomi jerman.. ketika bangsa jerman menderita, orang-orang yahudi hidup kaya raya… ketika orang jerman kesulitan makan, orang-orang yahudi hidup dalam gelimang harta (silahkan baca “mein kampf”)… hal inilah yang kemudian membuat kebencian hitlet kepada yahudi menjadi kebencian massif hampir seluruh rakyat jerman di pertengahan abad 20.

setelah yahudi pergi dan bereksodus ke amerika, jerman kemudian menata diri… karena jerman sedikit memiliki sumber daya tambang, maka pemimpin-pemimpin menggiatkan sektor riil di bidang manufaktur… dari membuat pesawat sampai memproduksi obat… lewat kekuatan ekonomi riil itulah jerman saat ini berhasil menjadi negara dengan tingkat ekonomi terbaik di eropa.. lewat benefit dari sektor itulah kemudian bisa memberikan revenue yang membuat jerman mampu memberikan kuliah gratis dari S1 sampai S3 kepada siapapun termasuk mahasiswa asing, bisa menyediakan layanan kesehatan gratis baik itu kepada warga jerman maupun kepada imigran dan pendatang…

satu hal lagi yang bisa kita pelajari dari jerman adalah meskipun industri mereka sudah maju, tetapi pertanian tetap mendapatkan perhatian lebih… bagi yang pernah pergi ke jerman akan menyaksikan area-area pertanian di pinggiran kota.. saya sendiri terkesima saat melakukan perjalanan dari frankfurt ke heidelberg… di kedua sisi jalan terhampar luas lahan pertanian dengan berbagai macam ragam tanamannya… yang menyelingi adalah hutan-hutan dengan pohon 4 musim yang indah… makanya teman2 mahasiswa indonesia di jerman ada yang bisa berhemat dengan hanya menghabiskan uang sekian puluh euro saja untuk makan selama sebulan… karena sayuran dan daging bisa dibeli dengan harga murah di halalmart atau di asianmart…

sampai kiamat pun umat manusia di dunia akan terus hidup dalam ketidakstabilan ekonomi apabila tetap menjalankan sistem ekonomi yahudi.. yang digerakan lewat IMF.. sebuah lembaga yang mengatur likuiditas keuangan di dunia…

mungkin ada di antara kita yang secara sadar turut menikmati keuntungan dari sistem ekonomi ala yahudi ini.. bisa menjadi kaya, menghidupi keluarga dan bersedekah lewat penghasilan dari sistem yahudi ini…

cukuplah sebuah ayat dalam alqur’an menjadi pengingat bagi kita bersama:

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kalian orang-orang yang beriman. Jika kalian tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangi kalian. Dan jika kalian bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagi kalian pokok harta kalian; kalian tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.” (Al-Baqarah: 278-279)

#renunganmalamjumat