Entah sampai kapan buya syafii membiarkan ma’arif institute menjadi lembaga untuk kampanye pluralisme dan kebencian kepada kebangkitan Islam…

Jikalau ada yg salah dengan Umat Islam kenapa ma’arif tak melakukan kerja2 nyata untuk perbaikan… Tidak sekedar hanya berhenti di publikasi dan seminar…

Jikalau masih banyak pemimpin Islam yg korupsi dan tak cakap mengelola birokrasi, kenapa tak dilakukan kaderisasi dan pelatihan serius kepada mereka…

Jika Maarif risau dengan situasi Islam saat INI, kenapa tak mempersiapkan generasi baru Islam yg cerdas, amanah dan berkarakter, sehingga mereka bisa menjadi generasi masa depan yang akan melakukan perubahan…

Saya jadi teringat dengan seorang bapak… Yg usianya sepantaran dengan Buya syafi’i… Beliau juga Buya… Mungkin lebih Buya dibandingkan prof. Syafi’i… Karena beliau menimba Ilmu agama di 2 universitas Besar di dunia Islam, university of madinah dan AL Azhar university…

Setelah melanglang Buana di negara2 Timur tengah selama 35 Tahun, beliau Pulang Ke kampungnya… Sebuah nagari yg dekat dengan pagarruyung… Di sana beliau bangun pesantren Di atas warisan orang tuanya… Sedikit demi dibangun dengan modal yg ada… Saya pernah berkunjung Ke sana beberapa Tahun yg lalu… Lantainya masih tanah… Dan ruangannya masih sederhana… Dalam 3 Tahun terakhir beliau sering memberitahu kepada Saya bahwa alumni dri Pesantren itu sudah terbang Ke berbagai Negara Timur tengah untuk meneruskan kuliah… Beberapa juga berhasil masuk ptn terbaik di Indonesia…Dan sampai hari INI Pesantren ITU mengratiskan biaya kepada santrinya…

Duhai Buya syafi’i sampai kapan Buya terus membiarkan Maarif institut sebagai lembaga yg menyerang Islam dan ulama… Apakah karena soal sponsor dari luar negeri sana??? Kenapa tetap istiqomah menjadi agen agenda asing??? Kenapa tak berpikir mendirikan institusi untuk melahirkan ulama…

mudah2an Buya syafii mengerti dan bisa berefleksi lagi… Mumpung masih ada waktu untuk memulai sesuatu yang baru….