Jikalau agama2 terdahulu sudah mencukupi, buat apa Allah repot2 mengutus lagi seorang nabi untuk membawa agama Islam…

Jikalau agama2 sebelumnya sudah sempurna, maka tak perlu diturunkan alquran yg membahas soal2 keberimanan dalam hampir semua ayat2 nya…

Telah dicatat oleh Sejarah, nabi Muhammad ketika bermukim di kota madinah punya rutinitas menyuapi makan seorang nenek2 yahudi…

Dalam pergaulan internasional rasul pun menjalin persahabatan dengan raja najasyi yg beragama nasrani…

Namun di sisi lain, nabi mengangkat pedang di medan perang berhadapan dengan kaum2 dzolim dan enggan beriman…

Dan tidakkah kita ingat, sampai detik2 sakaratul maut pun nabi masih berusaha membujuk pamannya, Abu thalib, untuk mengucapkan 2 kalimat syahadat…

Kita kemudian bertanya kepada para cendikiawan pengusung toleransi semu dan pejuang pluralisme…yang mungkin mereka sudah berseminar soal kerukunan dimana2… Dan kitapun tidak menyangsikan pengalaman persahabatan lintas agama mereka…

Tapi apakah mereka pernah berdakwah barang sebulan di daerah2 terpencil pedalaman… Menyuarakan indahnya Islam kepada masyarakat yg jarang mendapatkan perhatian… Bertarung melawan malaria selama 3 bulan karena ganasnya gigitan nyamuk hutan…

Hidup dengan bekal seadanya dan bergaul dengan masyarakat yg primitif kehidupannya… Menerjang ganasnya ombak, garangnya rimba belantara… Berbulan bahkan bertahun meninggalkan keluarga demi tegaknya kalimatullah dan tingginya syahadah…

Ya, kita akhirnya hanya menemukan kebanyakan mereka enggan melakukan itu semua… Karena tak ada salary dan publikasi media… Mereka enggan berjuang dalam diam dan hanya semata2 mengharapkan balasan terbaik dari Tuhannya….