mungkin banyak di antara kita yang masih bertanya-tanya…. kenapa Allah dalam alqur’an hanya memberikan surga kepada orang-orang yang beriman saja… meskipun orang beriman itu punya banyak kesalahan, melakukan banyak kemaksiatan, dan hidup dalam gelimang dosa… sementara di sisi lain Allah menyatakan akan memasukkan orang yang tidak beriman ke dalam neraka, meskipun mereka melakukan berbagai perbuatan kebajikan dan memberikan manfaat kepada banyak orang di seluruh dunia…

pertanyaan ini juga yang mengelayuti pikiran saya sejak SMA… 7,5 tahun belajar di filsafat UGM, tak satupun dosen saya yang mampu memberikan jawaban yang memuaskan atas pertanyaan eksistensialis teologis ini…

kegelisahan ini juga yang menghantui seorang ahmad wahib, seorang kader muda HMI di tahun 1960-an, yang kemudian kegalauannya itu dituliskan dalam sebuah buku yang hari ini menjadi “bacaan wajib” kader-kader HMI, PERGOLAKAN PEMIKIRAN…

kritik masalah keadilan ini pula yang menggelisahkan nurcholis majid, sehingga dalam berbagai tulisannya cendikiawan tersohor indonesia ini membuat tesis baru bahwa setiap orang akan masuk sorga sesuai dengan amal kebajikannya tanpa melihat agamanya apa…

isu sorga dan neraka ini juga yang kemudian diberikan tafsiran baru oleh pejuang pluralisme agama dengan mengatakan bahwa setiap pemeluk agama akan masuk ke dalam sorganya masing-masing….

baru pagi ini saya terinspirasi dan menemukan jawaban yang lebih melegakan hati… pemikiran yang hadir saat mendengarkan kajian kamis pagi ini bersama prof. yunahar ilyas di gedung pp muhammadiyah jogja…

apakah memang Allah itu tidak adil dengan pernyataannya di dalam alqur’an bahwa ia hanya akan memberikan surga kepada orang-orang yang beriman saja???

jawabannya ada di masalah kepemilikan… yang punya sorga itu kan bukan nurcholis majid, bukan ahmad wahib, bukan pejuang pluralisme… yang punya surga itu juga bukan pak ustadz, kiyai, alim ulama ataupun seorang buya…

yang punya sorga itu Allah, sehingga Allah lah yang berhak menentukan siapa saja yang diizinkan masuk dan menjadi penghuninya dan siapa yang tidak boleh…

seperti tamu yang ingin masuk ke istana presiden jokowi… secara umum, setiap warga negara indonesia punya hak untuk berkunjung dan masuk ke istana negara… entah dia seorang pejabat ataupun seorang penjahat.. entah ia seorang pakai jas berdasi ataupun hanya pakai kaos oblong tanpa alas kaki… entah dia seorang professor ataupun seorang orang kampung yang tak lulus sd… semuanya merasa berhak untuk bertamu ke istana presiden… tapi kan tidak setiap warga negara indonesia yang diperbolehkan masuk ke istana… harus mengikuti aturan protokoler dari sekretariat istana.. harus mendapat izin dari yang mengurusi istana.. harus berpakaian sopan, diperiksa oleh petugas keamanan dengan berbagai macam pemeriksaan…

atau bisa juga kita analogikan seperti orang yang berkunjung ke negara lain.. maka ia harus mengurus visa dengan berbagai macam persyaratan dan ketatnya pengamanan.. harus melewati proses di imigrasi bandara bahkan sampai harus diintograsi… padahal kantor kedubes tempat pengurusan visa itu berada di tanah negara kita.. tetapi kok dibikin seperti penjara dan ketat penjagaannya… padahal negara yang mau dikunjungi itu akan mendapatkan devisa dengan kedatangan wisata atau bisnis kita…

itu baru prosedur memasuki sebuah gedung ataupun kawasan di dunia… tentu sangat logis apabila Allah sang pemilik sorga juga membuat aturan-aturan terkait siapa saja yang diperbolehkan untuk masuk ke sorgaNYA… dan Allah dalam alqur’an sudah menetapkan dengan tegas bahwa tanda izin masuk sorga adalah IMAN..

terus bagaimana dengan persoalan kebaikan yang telah dikerjakan oleh orang-orang yang tidak beriman.. yang bisa jadi lebih besar dan jauh lebih bermanfaat dibandingkan dengan amal sholeh yang dikerjakan oleh orang dengan label “BERIMAN”…

orang yang berjuang untuk kemanusiaan, telah juga mendapatkan balasan yang sepadan… ketika orang berbuat dengan niat semata untuk manusia, maka yang punya kuasa untuk membalas adalah manusia juga… dan reward itu sudah diberikan oleh umat manusia kepada pejuang kemanusiaan itu… nama mereka ditulis dengan tinta emas oleh sejarah.. diabadikan dalam berbagai bentuk monumen… disanjung dan dipuji orang dalam berbagai kesempatan.. namanya dikenang dan diingat banyak orang… digelari tanda jasa dan status sebagai pahlawan.. dianugerahi nobel dan piagam penghormatan… namanya diabadikan dan kuburannya dimegahkan… karena itulah bentuk balasan terbaik yang bisa dilakukan oleh umat manusia kepada orang-orang yang berjasa di antara mereka..

jadi tidak ada yang tidak adil… pejuang agama Allah akan diberikan balasan oleh Allah… pejuang kemanusiaan akan dihormati dan diberi penghargaan oleh manusia… semua punya kapling masing-masing…

JADI JANGAN PERNAH MENJANJIKAN SORGA, JIKA KITA SENDIRI TAK PUNYA SK KEPEMILIKAN SORGA… KARENA SORGA ADALAH KEPUNYAAN ALLAH, MAKA DIALAH YANG BERHAK MENENTUKAN SIAPA YANG BOLEH MEMASUKINYA…..

Iklan