ini adalah kisah nyata memperjuangkan iman hingga kematian dan pentingnya kolom agama di ktp…

kejadiannya terjadi baru-baru ini saja.. tersebutlah seorang dokter beretnis chinese yang menjadi muallaf.. sehari-hari beliau bekerja di RS Jantung Harapan Kita Jakarta… dalam perjalanannya menjadi muslim, beliau terpaksa harus berpisah dengan istrinya yang tetap kukuh dengan keyakinan yang lama… sebagai bapak yang bertanggung jawab, dia mengambil hak asuh 3 orang anaknya… namun ketiga anaknya itu masih belum mengikuti sang bapak dari sisi keyakinan….

namanya juga manusia yang punya batas usia, beliau pun menghembuskan nafas terakhir di jakarta… oleh koleganya di RS Harapan kita, jenazah beliau dimandikan, dikafani, disholatkan dan dipetikan untuk diterbangkan ke kampung beliau, jogjakarta… tempat keluarga besar beliau berada…

di atas pesawat, ketiga anak beliau mendampingi… setiba di bandara jogja, ambulans langsung bergegas membawa peti jenazah ke sebuah rumah sakit milik agama tertentu.. di kamar jenazah, mayit si bapak yang sudah dikafani itu lalu dibongkar.. beliau kemudian didandani, dikasih jas dan sepatu…

beberapa kolega si bapak yang sehari-hari tahu bahwa beliau beraktivitas dan beribadah sebagai muslim yang baik jadi kaget dengan situasi tak wajar ini… kemudian ditelponlah beberapa dokter-dokter di rs sardjito yang juga rajin ngaji dan beberapa kesempatan juga ngisi pengajian… oleh dokter-dokter tersebut dilinkkanlah dengan seorang pimpinan di majelis tabligh muhammadiyah… oleh sang ustadz, dihubungilah pimpinan yayasan bunga selasih dan muallaf center jogja…

kemudian mereka bergerak menuju ke rs tempat jenazah sang dokter yang muallaf tadi disemanyamkan sementara… terjadilah perdebatan alot… saling klaim dan saling merasa berhak dengan prosesi keagamaan masing-masing…

ribut-ribut ini kemudian bisa diselesaikan dengan sebuah kartu… ya KTP… di kolom agama KTP si mayit jelas tertulis ISLAM.. akhirnya karena kalah bukti, RS tersebut mengalah…

akhirnya almarhum pak dokter chinese yang muallaf itu diselenggarakan jenazahnya dan dimakamkan secara Islam…

# kita tak pernah marah kalau para pejuang islam liberal dan pembela pluralisme agama tetap istiqomah dengan argumen “semua agama itu sama”… termasuk juga kita tak akan ribut kalau mereka terus berusaha menghilangkan kolom agama di KTP… cuma satu syarat aja yang kita minta… jika mereka percaya bahwa semua agama itu sama dan kolom agama di kartu identita tiada berguna, maka dengan senang hati kita mengatakan, jika yang bersangkutan nanti meninggal dunia wasiatkanlah kepada keluarga dan tetangga untuk cukup dikubur saja tanpa prosesi agama….