seorang anak muda yang lagi khusyuk membaca alqur’an dihampiri oleh seorang bapak2… “saya perhatikan adek suntuk dengan alqur’an… apakah gerangan yang membuat adek bersemangat sekali berinteraksi dengan alqur’an???”

sang pemuda tadi tersenyum dan berkata lirih:
“saya orang biasa pak… pekerjaan pun biasa-biasa pula… penghasilan saya hanya cukup makan dan bertahan hidup… sulit bagi saya mengirimkan uang ke orang tua saya di kampung… apalagi membuatkan orang tua rumah di kampung, membelikan perhiasan ataupun membelikan kendaraan… saya hanya berharap amalan alqur’an ini tercatat sebagai amalan jariyah bagi orang tua saya… Allah akan membangunkan istana dan memberikan mahkota kelak kepada orang tua saya di surga…”

sang bapak langsung tercenung… tanpa terasa airmatanya mengalir… dia ingat anaknya yang pertama yang sibuk bekerja di rantau dan sering mengirimkan uang kepadanya…. namun anaknya itu mendapatkan rizki dari pekerjaan di lembaga riba… dia ingat anaknya yang kedua yang bekerja di perusahaan tambang ternama… rumah mewah yang ia tempati sekarang dibuatkan oleh anaknya ini… namun, putra keduanya itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya hingga tak sempat lagi mengerjakan sholat 5 waktu… apalagi bertadarrus alqur’an…

ketika seorang anak adam meninggal dunia, apakah akan berguna rumah besar, mobil mewah, tanah berhektar-hektar yang pernah ia punya di dunia??? bukanlah rasulullah telah mengatakan hanyalah sadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh yang bisa menemani2 hari-hari paling sepi di kubur, waktu-waktu menggalaukan di padang masyar, dan memberatkan timbangan kebaikannya agar bisa masuk ke surga…