mungkin beberapa di antara kita ada yang terpancing dengan headline media “JK Larang Ngaji di Masjid”… sebelum bersuudzon dengan Pak JK yang notabene pernah dan keknya masih jadi Ketua Dewan Masjid Indonesia, ada baiknya kita melihat persoalan ini secara jernih…

statement Pak JK ini muncul saat beliau dicurhati pada satu kesempatan kunjungan ke daerah… yang curhat ini merasa terganggu dengan pemutaran kaset murottal yang sudah dimulai 1 jam sebelum adzan shubuh…

setelah kaset diputar, penjaga masjid pun malah tidur kembali dan ngak juga sholat tahajud… itu terjadi pada 4 masjid berdekatan secara bersamaan… tidak hanya menganggu, masyarakat juga pusing mana yang harus didengarkan…

terus Pak JK bilang, kalau memang mau membangunkan orang untuk shubuh, lebih baik ngaji pakai speakernya 15 menit sebelum adzan shubuh… dan sebaiknya yang mengaji itu adalah suara orang live.. bukan suara kaset… biar orangnya dapat pahala, bukan SONY yang dapat pahala…

kalau kita merujuk pada sunnah Nabi, sebenarnya pemutaran kaset keras-keras 1 jam sebelum shubuh berbeda sekali dengan apa yang pernah dicontohkan oleh Nabi…

untuk membangunkan kaum muslimin untuk sholat shubuh, Nabi hanya menyuruh sahabat mengumandangkan ADZAN AWALAN (yang durasinya kurang lebih 5 menitan lah) sebelum ADZAN KEDUA yang menandakan waktu shubuh telah masuk…

pernah juga satu ketika di dalam masjid ada seorang sahabat sedang membaca alqur’an dengan suara agak keras.. sementara di sampingnya ada sahabat lain yang sedang sholat tahiyatul masjid.. oleh Nabi, sahabat yang sedang membaca alqur’an ini diminta untuk melirihkan suaranya…

ada juga curhat dari ibu-ibu kepada beberapa ustadz, dimana mereka merasa terganggu ketika sholat tahajud karena masjid dekat rumahnya membunyikan murotal al qur’an dengan speaker yang cukup keras…

beberapa beralasan bahwa membunyikan murotal alqur’an punya alasan baik untuk membangunkan orang untuk sholat shubuh dan untuk syiar islam… tetapi sebenarnya itu tidak memiliki landasan sunnah nya…

suara alqur’an saja jika menganggu dilarang oleh Nabi, apalagi suara shalawatan dan nyanyian yang membuat polusi suara… jangankan non muslim, yang muslim taat pun juga bisa merasa terganggu…

# penjelasan Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Kajian Tafsir Al Qur’an Kamis Pagi, 11 Juni 2015 – Kantor PP. Muhammadiyah Yogyakarta…