Seumur hidup, inilah mimpi terpanjangku tentang dirimu Great. Semuanya begitu jelas dari latarnya, wajahmu dan suara jernihmu. Mimpi menjelang shubuh tadi yang masih kucoba sibak maknanya.

Dikelilingi oleh teman-teman SMA kita; aku dan seorang teman duduk di bangku pinggir jalan. Beberapa saat kemudian engkau datang sambil mengantarkan senyuman. Senyuman manis yang pertama kali kutemui saat kelas SMP dulu. Kubalas senyumanmu dan memulai membuka obrolan.

Kutanyakan kabarmu, kabar anak-anakmu yang saat itu sudah tiga orang. Engkaupun menjawab, buah hatimu sudah 3 orang dan yang terbesar sudah kelas 1 SMA. Engkau pun kemudian bercerita tentang pekerjaanmu di BANK. Di mimpiku engkau memakai kerudung yang menguatkan pesonamu.

Selang beberapa menit, jemputanmu datang. Sebuah mobil kijang dan seorang sopir. Tapi tak dapat kuketahui apakah itu ayah, suami atau sopirmu. Namun, aku hanya bisa melepas pamitanmu. Meski aku masih ingin melanjutkan obrolan denganmu setelah kita tak bertemu sangat lama.

Saat engkau masuk ke mobil itu dan berlalu dengan senyuman, aku hanya bisa termanggu. Sementara teman-teman SMA kita menatap kepadamu dengan senyuman penuh tanya.

Di pagi ini, aku kembali mengetikkan blog ku cerita tentang dirimu Great. Ingin aku bercerita bahwa kemarin saat workshop penerbitan di Goethe Institut Jakarta, di sesi pengenalan profil penerbit dengan terus terang aku mengatakan kepada fasilitator, panitia dan peserta yang terdiri dari orang-orang hebat dari Jerman dan perwakilan dari penerbit-penerbit besar di Indonesia bahwa nama GRE PUBLISHING kuambil dari namamu. Semuanya surprise. Karena jarang sebuah nama penerbitan berasal dari nama kekasih sang pemiliknya.

Great, lewat GRE PUBLISHING lah aku bisa bertahan hidup di Jogja, bisa berkenalan dengan orang-orang hebat, bahkan bisa mendapatkan kata pengantar untuk sebuah buku dari Pak Gamawan Fauzi. Insya Allah tanggal 4 Oktober nanti aku berkesempatan ke Jerman untuk sebuah pameran buku terbesar sedunia.

Great, terima kasih untuk semuanya. Meski aku tak bisa lagi mengharapkan cintamu, tapi kisah yang pernah tertulis di masa lalu telah jadi penyemangatku untuk menggapai mimpi-mimpiku.

Aku berdo’a agar dirimu dan sekeluar dalam keadaan bahagia. Aku turut bahagia dengan kebahagiaanmu. Akupun selalu tersenyum melihat buah hatimu yang wajahnya persis seperti dirimu.

Saat ini aku masih sendiri. Sungguh sulit untuk mencari pengantimu Great… He2.. He2.. Rasanya aku tak perlu menganti dirimu. Karena memang engkau sudah tak tergantikan. Yang kubutuhkan sekarang hanyalah mencari pendamping hidup yang bisa menerima diriku apa adanya. Karena memang masa lalu tidak mungkin terlupakan.

Great, TERIMA KASIH UNTUK SEGALANYA YANG PERNAH ENGKAU HADIRKAN…