Dulu, aku hidup karena cinta. Bisa lakukan hal-hal yang luar biasa karena semangat cinta. Kini, cinta itu telah pergi. Bawa semua kekuatan yang pernah ada. Hilang berlalu bersama hembusan angin malam.

Aku sudah berdamai dengan keadaan diriku. Tentang fisik yang dulu membuatku protes kepada Tuhan, sudah lama aku lupakan. Tapi kenapa ketika aku sudah menerima diriku apa adanya, tak kunjung juga ku menemukan cinta itu.

Setiap kali kunyatakan cinta, hanyalah penolakan demi penolakan yang kuterima. Telah kucoba untuk memperbaiki diri. Merubah diri jadi orang baik, jadi orang yang mandiri, jadi yang pintar. Kenapa tetap saja harus berujung dengan sakit.

Ku percayai bahwa wanita itu adalah makhluk Tuhan yang lembut, yang butuh perhatian dan kasih sayang. Telah kucurahkan semua kasih sayang yang kupunya, tapi mengapa malah luka yang kuterima?

Aku benar-benar kehilangan jawaban. Sekarang aku hanya bisa pasrah. Jika tak ada cinta yang membahagiakan hati, biarkanlah sepi yang menemani. Jikalah tak ada rindu yang menyinggahi, biarlah awan kelabu tempat berbagi.