Sebenarnya siapakah Pluralis Sejati? Apakah orang yang mengumbar kebencian karena dia merasa benar? Meletakkan orang-orang tertentu yang tak sependapat dengan dirinya pada barisan musuh yang mesti diperangi? Kemudian mereka tertawa dengan para bos yang telah memberi mereka makan?

Mereka mendekati orang terdzolimi, hanya untuk motivasi money. Tak lebih dari itu. Mulut mereka memang berbusa dengan teori, seolah-olah menampakkan kebenaran. Tapi sebenarnya kebencian dan akal culasnya yang sedang menguasai hati mereka. Tak ada yang tabu, yang ada hanyalah masalah kepentingan. Selama kebutuhan kita terpenuhi, tak masalah menjadi budak orang.

Kenapa dunia ini begitu aneh Ya Tuhan? Sulit bagiku untuk mengerti. Manusia yang begitu pongah dan sombong, selalu berkoar tentang sebuah masa depan dunia. Seolah-olah merekalah yang menguasai dunia ini, bukan Engkau. Adakah kedamaian yang mereka perjuangan, sementara di satu sisi mereka menghina orang lain? Mereka merasa benar, dan mengolok-olok orang lain salah.

Aku binggung. Ketika dunia terus berjalan menuju kehancuran, orang masih saja menumbuhkan bibit permusuhan. Sudah kentara hidup ini sementara, tapi hiruk-pikuk dunia telah membuat semua alfa. Bukankah jalan terbaik yang mesti ditempuh oleh manusia adalah berusaha mencari jalan agar bisa bertemu dengan Engkau dengan sebaik-baik perjumpaan?Bukankah seharusnya manusia berpikir lebih dalam tentang sebuah kebenaran sejati, daripada menghabiskan waktu untuk melanggengkan perbedaan-perbedaan yang ada.

Jika Tuhan itu satu, maka kebenaran itu juga satu. Tak mungkin Tuhan membiarkan banyak jalan hingga di antara manusia saling berperang satu sama lain. Pernahkan kita berpikir tentang satu jalan yang terang? Membuka kembali kisah-kisah historis, sehingga kita paham tentang berbagai bentuk penyelewengan manusia yang memanipulasi keinginan Tuhan. Pernahkan kita berpikir untuk itu, kemudian dengan jujur mengakui keyakinan murni yang lepas dari kepentingan-kepentingan nafsu manusia untuk dipuja dan berkuasa.

Bagiku, keyakinan yang benar adalah keyakinan yang membebaskan manusia dari penghambaan terhadap manusia lain. Sebuah keyakinan yang menyingkirkan kekuasaan nafsu atas diri. Dan menurutku itulah sebenarnya para pluralis sejati. Bukan orang-orang yang terbelenggu oleh kepentingan uang kemudian melanggengkan apa yang terjadi. Karena dari konfliklah mereka memperoleh kebahagiaan. Lewat proposal-proposal yang membuat mereka kenyang, sehingga otak mereka dikonstruksi oleh melanggengkan permusuhan agar uang terus mengalir ke kantong mereka.

Entah kata apa yang cocok untuk orang-orang yang menari gembira di atas penderitaan makhluk Tuhan yang lain???? ENTAHLAH…