Aku memang bisa menghindari tangisan karena sakit setelah sms-nya kemarin siang. Tapi rasa perih itu, masih terasa sampai sekarang. Aku kehilangan semangat untuk melakukan apapun. Binggung dengan apa yang harus kukerjakan. Padahal sederetan naskah buku, tugas kuliah, dan belajar untuk persiapan ujian mesti segera kukerjakan. Namun, terasa berat menyentuh itu semua. Kekalahan memperjuangkan cinta telah membuatku bimbang. Merasa tak lagi berharga. Tercampakkan di tengah kesunyian dan kesendirian. Seolah-olah aku hanyalah pemuda pinggiran yang tak layak untuk diperhatikan. Tak berhak mendapatkan cinta dari seorang wanita.

Telah kucuba untuk menghibur hati, bahwa masih banyak gadis lain selain dia. Tapi, tetap saja tak bisa mengusir sedihku. Karena deretan penolakkan itu begitu panjang. Hingga aku berprasangka buruk pada takdirku, agaknya aku memang tak diperkenankan untuk merasakan indahnya cinta. Namun, pantaskah bagi seorang muslim untuk berputus asa dengan ketentuan Allah? Ah……………. Kenapa aku begitu lemah.

Aku ingin bangkit. Tapi sembilu yang mengiris hati, telah tinggalkan luka mendalam. Entah dengan apa bisa kuobati. Benar-benar aku sudah kehilangan cara, agar bisa berdiri kembali.

Apakah setelah ini aku akan terus melanjutkan pengembaraan cintaku? Terus berjalan demi menemukan bidadari meski harus menahan perih karena luka lama yang belum sepenuhnya sembuh? Ataukah aku harus berhenti sejenak, sampai lukaku pulih sepenuhnya? Lupakan segala hal tentang cinta, kemudian sibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas lain?

Melanjutkan perjalanan dengan resiko kembali tersakiti. Tapi jauh dari cinta, akupun tak sanggup. Selama ini semangatku lahir dari cinta. Hidupku gelap, apabila tak ada api cinta yang menerangi. Meletakkan cinta, memang bisa membuatku bisa tenang sejenak. Tapi, sama saja menghadirkan kehampaan dalam hati.

Kuputuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Meskipun harus tertatih-tatih dan melewati jalan penuh duri. Biarlah… Bukankah aku sudah terbiasa dengan luka? Kenapa pula berhenti karena takut kembali mengalami perih? Kematian terhormat bagi seorang pecinta adalah mati di jalan cinta. Bukan mati di keheningan tanpa rasa.