Sabtu nyepi nan sunyi. Dihiasi awan mendung Jogja sore ini. Alhamdulillah migrain yang sejak tadi pagi datang mulai menghilang. Kucuba menikmati akhir pekan ini untuk melepaskan lelah. Dua minggu sudah aku berada di Jogja, dua minggu juga aku menjalani kuliah di EEC Sanata Dharma.

Satu per satu orderan buku kuselesaikan. 300 halaman untuk novel “Aura Cinta Naura” telah dilayout dengan iringan air mata karena ceritanya begitu mengharu-biru.Tinggal menyelesaikan beberapa halaman lagi, untuk kemudian masuk ke editan kesalahan ketik. 85 eksemplar buku “Anwar Sadat & Jerusalem” sudah terbang ke Malaysia untuk dipasarkan. Kemudian mulai mengurusi cetakan berikutnya dengan oplah 1000 eksemplar. 260-an halaman layout  buku “Pesan-Pesan Mohamad Natsir” telah kurampungkan dari 300-an halaman keseluruhan. Mudah-mudahan minggu depan semuanya bisa kuselesaikan, agar bisa beralih ke buku-buku yang masih ngantri, 2 buku dari Mas Gonda dan satu novel dari Mas Qusthan.

Kadang rasa malas itu kembali hadir menyerang tubuh ini. Tapi tak kubiarkan ia mengalahkan semangat yang telah mulai membara. Sudah banyak waktu yang kuhabiskan di masa lalu dengan sia-sia. Aku tak ingin kehilangan momen lagi.

Kadang kekecewaan karena kalah dalam memperjuangkan cinta membuatku tercenung lama. Tapi tak kubiarkan masa silam penuh kepahitan itu menghentikan langkah baru yang sedang kumulai. Satu hal yang kuyakini, Allah akan memilihkan yang terbaik untukku. Allah berikan Bidadari terbaik yang akan menemaniku untuk mengarungi biduk rumah tangga.

Tetaplah di Hatiku” yang dibawakan Bunga Citra Lestari feat Christian Bautista mengalun indah. Sebuah lagu yang barusan didownload setelah menemukannya di wall milik Mbak H****. Ku cuba resapi syair demi syairnya.

Jika musik menjadi penghibur jiwa, maka tulisan inspiratif tentang tokoh-tokoh besar menjadi api pengobar semangat. Kali ini aku masyuk dengan beberapa artikel tentang Mohamad Natsir yang kubaca dari arsip lama Majalah Tempo. Tadi saat mencari buku Advanced Grammar di Toga Mas, sempat juga kubeli buku Autobiografi Ahmad Syafi’i Ma’arif yang dijual murah, rp. 20.000,-.

Kupilih musik dan buku sebagai kawan ketika kesepian. Kujadikan sholat dan bacaan al qu’ran sebagai obat penetram jiwa. Mudah-mudahan berkah atas semua yang kulakukan. Semoga terkabul do’a-do’a yang selama ini kupanjatkan. Amien…