Sorry da baru ngasi tahu. Tadi pagi Bazel udah transfer ke rekening Mandiri pengurus xxx ribu. Maaf ga banyak. Semoga acaranya sukses da…

Itulah sms yang barusan mampir di handphoneku. Dari adek angkatan di asrama, Bazel Amadani, yang sekarang kerja di PLN Pusat. Anaknya pintar, baik. Duet main futsalku dulu. Tendangan kaki kirinya begitu dashyat dan akurat.

Kenapa sms ini perlu kusampaikan??? Jujur, seminggu ini hatiku dilanda gelisah. Road pendidikan UGM untuk Sumatera Barat yang kugalang bersama adik-adik mahasiswa/i UGM lewat acara GMERS (Gadjah Mada Education Road Show) hanya menemui tanggapan sepi. Satu persatu proposal yang kami ajukan ditolak. Bahkan alumni UGM yang berasal dari Sumatera Barat yang rasanya bisa memberikan harapan sebagai donatur, diam seribu bahasa meskipun surat sudah dikirimkan.

Tapi apa mau dikata. Ini hanya sebuah kegiatan sosial yang tidak bisa dipaksakan. Inisiatif yang muncul, karena ingin melihat anak-anak muda Sumatera Barat bisa kuliah di UGM. Sebuah cita, agar adik-adik dari kampung sendiri turut merasakan dinamisasi menjadi mahasiswa di sebuah kampus besar negeri ini, Universitas Gadjah Mada. Yang menambah perih di hati adalah niat yang ikhlas ini  dituduh sebagai cara cerdik kami untuk mencari uang agar bisa pulang gratis ke kampung di liburan semester.

Sumbangan dari Bazel, seakan menyentak nuraniku. Bazel hanyalah seorang anak Minang yang lahir di rantau. Pendidikan SD sampai SMA ia tempuh di Bekasi. Memang sempat ia menikmati fasilitas asrama pemda Sumatera Barat yang ada di Jogja saat menempuh kuliah di Teknik Elektro UGM. Tapi, itu hanya sebentar, tak sampai dua tahun. Setelah itu, ia ngekos di dekat kampus. Sungguh sangat jauh berbeda dengan alumni UGM yang sejak kecil hingga masa SMA-nya dihabiskan di Sumatera Barat. Tapi kenapa kebanyakan mereka hanya diam membisu, meskipun sudah menjadi orang hebat dengan gaji besar.

Ada rasa kesal. Tapi kepada siapa aku harus kesal. Bukankah ini hanya sebuah kegiatan sosial? Hingga akhirnya aku hanya bisa memendam perasaan miris, sambil mematrikan dalam  memori, “Jika aku menjadi orang besar suatu saat nanti, aku tidak akan berlaku seperti mereka yang acuh tak peduli.”

GMERS tetap berjalan. Karena apapun yang terjadi, kegiatan untuk membangkitkan gairah adik-adik SMA di Sumatera Barat agar bisa menembus perguruan tinggi hebat sekaliber UGM harus tetap dijalankan. Meskipun harus mencancel beberapa acara penting, karena kekurangan dana.

Tetap semangat kawan. Hari ini kita sudah berjuang sekuat tenaga kita. Mudah-mudahan tahun depan kita bisa melakukan hal yang lebih baik dari hari ini… Amien… SEMANGAT KAWAN…