Kadang timbul kecewa, ketika harapan diracau oleh pernyataan menyakitkan. Ketika kemurnian niat, dipandang sebelah mata. Tapi apakah harus surut, menghentikan langkah, kemudian berbalik memikirkan diri sendiri? Toh, aku juga mesti memikirkan masa depan. Peduli amat dengan masalah masyarakat? Bukankah ada orang yang sudah mapan untuk mengurusi   umat? Bukankah ada pegawai pemerintah dan NGO yang mendapat gaji ketika menangani problem dalam masyarakat? Apa pentingnya aku terlibat, sementara mencukupi hidup sendiri saja aku masih belum bisa?

Godaan keegoisan inilah yang datang, ketika aku merasa putus asa dengan kerja-kerja sosial yang kulakukan. Tapi ketika aku berhenti sejenak, rasanya ada sesuatu yang hilang. Aku kehilangan dinamika. Aku kehilangan semangat hidup ketika sibuk dengan urusan sendiri. Timbul kemarahan, karena membiarkan teman-teman terombang-ambing meneruskan perjuangan yang telah dirintis bersama-sama sejak awal.

Godaan untuk lari meninggalkan laga, saat ini mengerogoti pikiranku. Ketika dana yang terkumpul untuk acara GMERS masih sangat minim.  Padahal acara sudah mendekati hari H. Aku sangat berharap bantuan dari sahabat-sahabat yang masih mau peduli dengan kampung halaman. Teman-teman yang dulu sempat kuliah di Jogja, dan merasakan kesuksesan karena kuliah di Jogja.

Bukankah kita dulu datang ke Jogja dengan informasi yang minim. Hingga akhirnya kita berjuang bersama-sama sebagai mahasiswa rantau yang lugu dan coba beradaptasi dengan suasana Jogja. Dan sekarang teman-teman menikmati hasilnya.

Tidakkah kita ingin memberikan semangat dan motivasi buat adik-adik SMA-SMK yang ada di Sumatera Barat, agar mereka bisa juga seperti kita? Menikmati pergulatan sebagai mahasiswa di Jogja. Menembus Universitas Gadjah Mada yang merupakan universitas bersejarah bagi bangsa ini.  Banyak di antara mereka yang mengurungkan niat, karena tidak adanya informasi dan motivasi yang memadai sehingga mereka bisa kuliah di Jogja.

Semangat itulah yang sedang aku gulirkan bersama teman-teman mahasiswa Minang UGM lewat acara GMERS. Sudah jauh kita ketinggalan dari teman-teman UI dan ITB. Mereka sudah berkontribusi sejak beberapa tahun yang lalu. Sementara kita, belum pernah. Kalau tidak sekarang, kapan lagi kita akan bergerak?

Ya, aku tak boleh kalah dengan godaan keputusasaan. Yang penting harus terus berjuang. Mencari dana demi kemajuan pendidikan Sumatera Barat. Lari sama saja menjadi pecundang. Berjuanglah sekuat kemampuang panjatkanlah do’a minta pertolongan, setelah itu serahkan semua pada kehendak Tuhan.

Kekalahan adalah orang yang takut memulai. Hari ini kita telah mencoba untuk memulai kawan. Apapun hasilnya, sesungguhnya kita telah menang, karena telah berhasil membunuh ego dan ketakutan kita. Tetap semangat kawan. Karena Allah tidak akan mengabaikan perjuangan suci ini.