“Hidup itu cuma sekali Kak Anggun. Jangan terlalu banyak mengorbankan diri sendiri. Nikmati hidup yang hanya sekali ini…”

Itulah sms dari seorang adek yunior di IMM yang membuatku lama tercenung menjelang tidur tadi malam. Terlalu banyak rasanya aku menghabiskan waktu untuk hal-hal yang tak jelas, hingga umurku bertambah tanpa meningkatnya kedewasaan. Terlalu banyak aku menyita pikiran dengan cinta dangkal picisan, hingga banyak energiku hilang sia-sia.

Satu minggu ini aku diburu oleh ketakutan demi ketakutan yang membuatku tubuhku letih tak menentu. Pikiranku buntu, tak tahu harus melakukan apa. Lebih banyak tidur daripada bekerja. Lebih banyak melamun daripada membaca.

Mungkin semua karena kecewa setelah gagal memperjuangkan cinta. Karena gagal meraih kerja setelah melamar kemana-mana.  Ekspektasi tinggi telah membuat angan jauh terbang. Tapi kenyataan yang tak seperti dibayangkan, membuat tubuh terhempas ke bumi. Sakit dan teramat sakit.

Biasanya aku bisa bangkit, seperih apapun luka yang mengores hati. Tapi entah mengapa saat ini aku sulit kembali bangkit. Seolah ada kekuatan kasat mata, yang terus menarikku jatuh lebih dalam.

Kepada siapa lagi hendak mengadu? Ingin mencuba mendapatkan kegembiraan itu lagi dengan mendengar suaramu, tapi tak sekalipun telponku engkau angkat, bahkan membalas sms-pun tidak.

Hanya pertolongan-Mu Ya Allah yang aku harapkan saat ini. Kalau Engkaupun sudah pergi meninggalkanku, entah kemana lagi  kubawa hidup ini? Bantu aku Ya Allah… Karena Engkaulah pemilik semesta. Aku hanyalah hamba yang lemah, yang tak mampu berbuat apa-apa tanpa kasih sayang dan bimbinganMu. Jangan biarkan aku terus seperti ini Ya Allah…

Aku masih ingin terus berjalan. Meraih mimpi-mimpi yang selama ini hiasi malam-malam sepiku. Aku masih ingin terus menulis. Menuliskan kisah yang berbeda dari yang kutulis saat ini.

Masih ada editan buku yang meski kukerjakan. Masih ada beasiswa S2 luar negeri yang harus kukejar. Aku tak boleh kalah dengan keadaan. Kalau hari ini aku kalah mendapatkan cintamu, tapi kuyakin akan cinta yang lebih tulus menungguku. Jika hari ini, aku gagal meraih pekerjaan. Aku percaya, ini adalah jalan buatku semakin mantap untuk memulai usaha mandiri. Tetap semangat, karena mendung tak selamanya kelabu…