Terlukis indah raut… Wajahmu dalam benakku… Berikan ku cinta terindah… Yang hanya untukmu… Tertulis indah puisi cinta… Dalam hatiku… Dan aku yakin kau memang… Pilihan hatiku…

(Geisha – “Pilihan Hatiku”)

Teman-teman sudah stand by di depan asrama. Sudah ada perapian dan ikan yang siap dibakar. Tak ada niatku untuk bergabung. Bahkan sejak sore tadi aku sudah niat mau tidur cepat. Lelahkan tubuh dengan latihan sepakbola dengan pemain klub divisi utama PSIM, Sinar Oetara. Tapi entah kenapa mata tak mau juga dipejamkan.

Suara beberapa teman asrama putri hanya membuat aku semakin bad mood. Entah kenapa, traumatik ini tidak bisa kuhilangkan. Aku hanya menjadi korban dari gejolak internal mereka. Percuma saja aku membela seseorang, yang akhirnya juga berbalik memusuhiku. Aku larut dalam provokasi yang membuatku hanya menjadi pecundang. Sementara orang-orang yang memberikan berbagai informasi yang membuatku emosional, malah bisa tertawa dengan mereka.

Ya, lebih baik aku pergi jauh dari sesuatu yang samar. Tak jelas mana yang putih dan mana yang hitam. Hanya membuatku terlibat lebih jauh dalam konflik yang tak penting. Lagian apa peduliku dengan mereka. Aku punya kehidupanku sendiri. Aku tak akan sepi tanpa kehadiran mereka.

Aku masih punya banyak teman yang bisa membuatku lepas dari arus negatif yang mematikan. Jauh dari mereka takkan membuatku kesepian. Aku hidup dengan duniaku yang unik. Tanpa butuh perhatian mereka.

Aku masih punya dek Niha yang menemani malam menjelang tahun baru ini. Aku punya sahabat-sahabat dosen yang selalu membuatku optimis menatap masa depan. Sahabat-sahabat yang menguatkanku untuk melewati setiap kesedihan yang menyelimuti hatiku.

Suara vokalis Geisha lewat Lagu “Pilihan Hatiku” semakin membuatku larut dalam kesendirian. Pingin nangis. Bukan karena kecewa karena tak ada balasan sms darimu. Bukan karena kecewa dengan penderitaan hidup ini. Tapi tangisan buat semua masa-masa indah yang pernah kulalui.

Menjelang pergantian tahun ini, kan kuatkan tekad ntuk nyatakan mimpi-mimpi yang ada. Karena kuyakin, aku bukan orang pinggiran yang bisa diacuhkan orang begitu saja. Mereka boleh mengabaikanku hari ini. Tapi tidak untuk satu hari nanti. Bisa boleh menertawakan dan mengolok-olokku hari ini. Tapi tidak di esok nanti.

Karena cinta darimulah yang menguatku. Meskipun semua orang benci, aku masih tetap kuat menghadapi. Karena kekuatanmu telah kalahkan cibiran sinis mereka. Cukup senyumanmu saja yang terus nyalakan semangat dalam hati ini. Selamat tahun baru C