Sedang merubah mindset dari pekerja sosial  menjadi enterpreuner. Ya, itulah yang saat ini sedang kulakukan. Bukan karena apa-apa, tapi saat ini aku butuh uang untuk melanjutkan hidupku pasca lulus kuliah. Ketika memulai menjalankan usaha penerbitan buku, aku berusaha untuk profesional yang tentunya berharap mendapatkan reward yang profesional juga. Dengan sebuah jaminan, apabila kerjaku tak bagus, maka aku akan mengembalikan 100% uang muka yang telah disetorkan oleh pelanggan.

Karena usaha yang sedang kujalani saat ini adalah penerbitan indie. Menelisik client yang mau untuk menerbitkan buku dengan biaya sendiri. Buat penulis-penulis yang tak mau merogoh kocek, tentu mengirimkan naskah ke penerbit-penerbit komersial bisa dilakukan. Tapi tentu harus bersabar, karena mereka punya mekanisme seleksi yang ketat. Bersyukur jika kemudian positif diterbitkan, tapi tak perlu juga putus asa jika naskah dikembalikan.

Saat ini, aku memang tak bisa seperti Ade, sahabat sesama blogger, yang telah mewakafkan dirinya untuk kegiatan-kegiatan sosial. Karena aku bukanlah orang kaya, yang bisa menghidupi diri dari warisan dan tabungan sekian miliyar. Apalagi tak lama lagi Bapak mau pensiun. Sementara, adik-adikku masih kecil dan membutuhkan biaya tak sedikit untuk melanjutkan pendidikan.

Kerja-kerja sosial telah kulakukan dengan berbagai hal. Dan akan tetap kulakukan. Karena aku percaya dengan janji Allah, “Barang siapa yang menolong hamba-hamba-Ku, maka akan kulancarkan urusannya.”

Tapi untuk  penerbitan buku ini, aku berusaha untuk profesional. Kerja bagus dengan harapan mendapatkan reward yang sepadan. Aku ngak salah kan teman-teman???