Melepasmu Dengan Airmata


Sakit… Ya teramat sakit… Setelah kiriman sms-mu di siang Ahad kemarin. Saat aku sedang bergulat dengan Musyawarah Besar tahunan asrama. Langsung saja mood-ku hilang. Pikiranku melayang entah kemana.

Tadi siang masih saja wajahmu terbayang. Saat letih setelah memburu deadline editan naskah buku pesanan dari Jakarta. Bukan karena banyaknya halaman yang mesti diedit, tapi harus bolak-balik warnet karena sejak tadi malam sampai tadi siang, speedy di asrama ngadat ngak jelas.

Aku menyesal, kenapa tidak dari dulu aku mengungkapkan rasa ini. Padahal kita sudah dekat sejak SD. Tapi kenapa sejak SMP sampai SMA, aku teralihkan dengan Greaty. Hingga aku luput memperhatikan  pesonamu. Aku larut dengan anganku sendiri. Padahal 2 tahun kita satu kelas di SMA. Bahkan sering aku datang ke rumahmu untuk belajar bareng, atau sekedar meminjam buku pelajaran dan buku catatan.

Baru setahun ini aku mulai memperhatikanmu. Chat di yahoo messenger dan mengadd facebookmu. Sampai akhirnya kita bertemu di pertengahan tahun ini, 2 kali di Jakarta saat aku mengikuti tes kerja Pelindo II. Pertemuan yang amat berkesan, karena bisa jalan dan foto bareng di sampingmu.

Sungguh, engkau hadirkan harapan yang terkoyak ketika kutahu Greaty sudah punya calon suami. Engkau gadis idaman. Wajahmu nan ayu, suaramu nan lembut dan sikapmu nan lembut membuatku mampu melupakan kisah asmara masa lalu.

Namun, ketika bahagia ini baru saja tumbuh, engkau mengatakan bahwa aku lebih baik mencari gadis lain. Benar-benar sakit. Ingin aku menangis. Tapi percuma saja.  Airmata tak akan merubah apapun.

Terus terang, aku gamang setelah smsmu itu. Emosiku kembali labil. Tak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Semangatku terbang seiring kepergianmu. Usahaku untuk mempersiapkan finansial agar bisa melamarmu di bulan Ramadhan tahun depan,  hancur berantakkan.

Hatiku benar-benar hancur.  Hilang arah kemana harus melangkah. Tapi…. Tapi…. Aku takkan terluka. Karena aku sudah janji padamu untuk tidak membiarkan hati tergores karena sembilu asmara ini.

Hari ini, aku harus berdamai dengan diriku sendiri. Aku ingin melupakan masa laluku. Aku ingin memulai hidup baru. Karena aku sudah janji takkan menganggumu lagi. Aku akan pergi. Kemana? Aku juga tak tahu harus kemana melangkahkan kaki.

Terima kasih buat kebahagiaan yang telah engkau hadirkan beberapa waktu ini. Sungguh mencintaimu adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan kepadaku. Meski harus berakhir seperti ini, tiada aku benci kepadamu. Sekali lagi izinkanlah aku ntuk mengatakan, I LOVE U HONEY….

Iklan

2 thoughts on “Melepasmu Dengan Airmata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s