Di dalam kesamaran daku sendirian mencari jawapan…
Di manakah kasih dulu nan mewangi dan mengharum…
Haruskah ku meneruskan percintaan hampa ini…

Yang hanya menambahkan parah luka di hati
(Sempadan – Siti Nurhaliza)

Suara merdu Kak Siti Nurhaliza, telah mengalun se-pagi ini. Setelah menjelang shubuh tadi, tidurku dihiasi mimpi romantik bertemu dengan teman-teman SMA. Dirimu dan Greaty datang beriringan dalam alur cerita yang berbeda. Engkau selalu menghindar dariku, sambil mengalihkan muka ke arah teman di sampingmu. Berbeda dengan Greaty yang selalu tersenyum dan riang ketika kudekati.

Kucuba reka, apakah makna mimpi ini. Tapi sulit kuambil kesimpulan. Karena mimpi tak lebih dari sekedar penghias tidur yang jauh dari realita. Satu penjelasan ilmiah yang kuyakini sampai detik ini, mimpi adalah ekspresi yang menguasai alam bawah sadar atas sesuatu yang dipendam begitu dalam oleh seseorang.

Beberapa waktu yang lalu engkau mengatakan kepadaku, “Jika begitu mudah bagimu untuk melupakan Greaty, gadis yang telah menguasai hatimu selama belasan tahun, tentu sangat mudah bagimu untuk melupakanku yang baru saja engkau cintai???“.

Ketika aku menyatakan cinta kepadamu, saat itu aku telah meneguhkan hati untuk tidak mengungkit lagi kisah perjalanan asmaraku di masa lalu. Karena aku serius menjalin hubungan baru tanpa harus terbebani oleh kelamnya sejarah. Namun, tiada engkau percaya dengan ungkapan jujur yang kusampaikan dengan menahan kepahitan karena harus melupakan Greaty itu. Engkau tetap mendiamkanku dalam bisumu.

Saat kesedihan itu memuncak, ketika kembali ke Jogja tanpa bisa bertemu denganmu, bahkan tanpa mendapat balasan sms darimu, aku kembali menemui keputusasaan. Tapi entah kenapa Greaty datang lagi menyapaku lewat mimpi dinihari menjelang pagi tadi???

Aku tak tahu akan kisah percintaan apa yang Tuhan inginkan atas diriku. Namun kuberharap kehadiranmu bisa membuatku melupakan Greaty. Kuyakin, acuhmu bukanlah sebuah kebencian. Sekali kuucapkan cinta kepadamu, tak ku mundur dalam perjuangan cinta ini. Hatta harus menunggu bertahun lamanya…