Enam puluh tujuh ucapan selamat yang menghiasi wall facebook plus tiga sms di handphone menjadi kado ulang tahun terindah di usiaku yang ke 26 tahun, 23 November 2010 yang lalu. Tanpa perayaan, kecuali sibuk putar-putar nyari tempat tes Kemenakertrans di Jakarta.

Berangkat dari Jogja selepas Magrib (Senin, 22/11/2010). Berjubel di atas kereta ekonomi Bengawan yang penuh sesak dengan penumpang. Beberapa kali ku kirimkan sms kepada-mu, tapi tak ada balasan. Hanya sms dari Era (adek angkatan 2010 di asrama Bundo Kanduang) dan senyuman dari mbak-mbak sesama penumpang yang jadi pengobat letihku berdiri di atas kereta.

Sesampai di Jakarta jam setengah enam pagi di stasiun Tanah Abang, aku bersama Irfan (teman asrama yang juga ikut tes Kemenakertrans) langsung naik angkot ke Pasar Minggum terus transit ke Kalibata. Setelah menemukan lokasi ujian di Gedung Makarti Kemenakertrans, kamipun terlelap di masjid kompleks kementerian yang dipimpin oleh Pak Muhaimin Iskandar itu.

Rute selanjutnya adalah Gedung Olahraga Ragunan, tempat lokasi tes Irfan. Setelah memastikan tempat tes, kamipun melepas lelah sejenak di Kebun Binatang Ragunan. Lumayanlah, bisa ketemu berbagai satwa, setelah lebih dari 10 tahun ngak pernah berkunjung ke kebun binatang.

Ulang tahun tanpa refleksi, kecuali menahan dingin saat tidur di emperan Masjid belakang Polsek Metro Pasar Minggu. Tidak terlalu menyedihkan, karena aku tak sendiri. Beberapa orang juga beristirahat di teras masjid itu. Pikiranpun malas untuk diajak kompromi, membaca beberapa materi ujian yang sudah kubawa dari Jogja.

Beberapa menit menjelang adzan Shubuh, akupun terbangun. Langsung menuju kamar mandi masjid. Saat itulah tradegi terjadi. Handphone kesayangan yang kubeli dari gaji bekerja sebagai asisten web dosen UGM setahun yang lalu tercebur ke toilet. Wassalam. Komunikasi putus.

Tak mau terbawa suasana duka, akupun segera melupakan kejadian barusan. Setelah sholat Shubuh, berkemas memakai baju rapi, sarapan, akupun segera meluncur ke Kalibata. Jam 8 pagi, ujian seleksi CPNS Kemenakertrans dimulai. Tak seperti yang kusangka, ternyata soal-soal yang diujikan lumayan sulit. Apalagi untuk section matematika dasar. Bikin pusing tujuh keliling. Tapi syukurlah berkat strategi “tembak jinggo”, semua isian di kertas jawaban tidak ada yang kosong.

Tes kerja selalu dihiasi dengan momen tak terduga. Kali ini aku kembali bertemu dengan teman lama, Mas Antonius Sigit Pamungkas, teman satu unit KKN Bencana 2006. Kami tergabung dalam grup KKN pendataan sekolah. KKN paling nyantai, karena tiap hari cuma mondar-mandir UGM-Imogiri Bantul. Ngak harus nginap. Malah dapat uang saku dan uang transport. Team KKN kami terkenal dengan personelnya yang jago main sepakbola. Semua pertandingan persahabatan dengan team KKN unit lain, selalu kami menangkan dengan telak…:)

19.30, Rabu 24 November 2010, kereta Bengawan mulai meninggalkan stasiun Tanah Abang. Untunglah kali ini dapat tempat duduk. Tiada hiburan pengusir jenuh di atas kereta yang mulai penuh dijejali penumpang di Stasiun Manggarai, Jatinegara dan Bekasi. Akhirnya kuputuskan tidur saja seiring perjalanan menuju timur pulau Jawa.

Namun, seringkali aku tersentak. Suara gaduh pedagang asongan membuatku sebentar-bentar terjaga. Kutatap gadis manis yang duduk persis di hadapanku. Ahhhhhhhhhhhhhh… Ya Tuhan, kenapa wajahnya mirip sekali dengan dirimu??? Senyumnya, raut wajahnya, dan warna suaranya… Tak lagi terpaku memandang gadis itu, anganku jauh terbang teringat padamu.

Tahukah engkau, betapa aku ingin bertemu denganmu lagi. Seperti pertemuan kita beberapa bulan yang lalu, saat aku ke Jakarta untuk mengikuti tes Pelindo II. Ingin kembali menatap senyummu dan mendengar suara lembutmu. Tapi semua hanya angan. Hingga hanya kesedihan yang kurasakan, seiring laju kereta yang dihadang derasnya hujan malam, meninggalkan Jakarta.

Haruskah aku kehilangan dirimu lagi Sayang, setelah kembali menemukan semangat hidup saat melabuhkan cinta kepadamu???

Lirik lagu Kak Siti Nurhaliza masih mengalun dari speaker komputerku. Cuba redam gundah melewati malam sepi tanpa hadirmu… Sayang, aku benar-benar merindukanmu…

Iklan