Pagi hari ini dimulai ketika adzan Shubuh berkumandang. Langsung mandi, terus Sholat di kamar karena muadzin keburu iqomah. Program memorizing vocabularies hari pertama menjadi menu program pertama yang kudapatkan. Bersama Mr. Dedi, tutor Camp Zeal milik Webster, yang asli Pare. Satu bulan ke depan menu penghafalan vocabularies 20 kosa kata per hari akan menjadi rutinitas baruku.

Selepas mengikuti kelas pertama yang hanya 30 menit, aku kembali didera homesick dengan Jogja. Sms dari Erick (teman satu asrama Mersi yang kuliah di STBA LIA Jogja) yang mengabarkan acara MPKS sudah selesai dengan selamat membawa anganku pada Era. Kukirimkan sebuah sms. Ketika aku terlelap karena masih kecapekan sehabis kedatangan kemarin siang di Pare, sebuah sms dari Era hadir di handphoneku. Kubaca perlahan. Kuulangi lagi kalimat demi kalimat yang terpampang di layar. Aku langsung lemes. Begitu berat isi sms yang dikirimkan oleh adek yang begitu kuharapkan bisa meneruskan website asrama itu. Membuatku lama tercenung.

Kesendirian di Pare, ditambah lagi sms dari Era, runtuhkan mentalku seketika. Rasanya aku ingin pulang kampung saja. Terlalu berat problema psikologis yang kuhadapi. Aku ingin lari lebih jauh lagi. Balik ke Sumatera sana buat menenangkan diri. Kukirimkan sms kepada Bapak bahwa aku ingin pulang saja. Bapak bilang cubalah dulu stay di Pare karena sekarang bukanlah momen yang tepat untuk pulang kampung. Jawaban Bapak, walaupun awalnya terasa menyakitkan, kemudian menjadi semangat bagiku untuk tidak menjadi pecundang sebelum kalah berperang.

Akupun mulai berjalan dari satu kursusan ke kursusan yang lain. Bolak-balik ke Smart dan Elfast dengan berjalan kaki karena belum sewa sepeda. Pulang dari Elfast untuk ambil brosur, tampak ramai di ruang depan Camp tempat aku menginap. Ah, ternyata ada kelas Pronunciation yang menjadi proram plus gratis bagi penghuni Zeal Putra dan Zeal Putri. Bersama Mr. Aming, kelas pertama untuk periode ini dimulai dengan pengucapan alfabet A-Z. Seru juga buat latih lidah yang kelu setelah selesai ambil kursus di JED beberapa bulan yang lalu.

Selepas sholat Dzuhur di Musholla, Dalam kebinggungan memilih kursus grammar yang tepat, aku bertemu dengan teman satu Camp, lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Beliau sudah 2 bulan stay di Pare. Banyak yang mengatakan bahwa kelas Grammar di Smart mantap banget. Tapi kata teman yang berasal dari Medan itu, kalau punya waktu lebih dari 5 bulan, ngak pa2 ambil di Smart. Tapi kalau hanya 2 atau 3 bulan lebih ambil di Kresna atau di Elfast saja. Setelah mendapatkan advice seperti itu, akhirnya kubulatkan tekad mendaftar di Elfast untuk program Basic Grammar 1 selama satu bulan.

Bincang-bincang dengan teman satu Camp di Zeal, orang Palembang yang kuliah di Undip Semarang, akupun putuskan ambil Ground Vocabulary di Webster. Syukurlah tadi Mr. Farhan, direktur Webster, membolehkan aku membayar uang program besok lusa. Maklumlah, sampai detik ini aku belum menemukan ATM BNI di Pare. Tadi cuma dikasih tahu jalannya kemana. Tapi harus pake sepeda deh karena jarak yang cukup jauh.

Tadi pas selesai Sholat Magrib, semua member Zeal Boy digiring sama Mr. Aming ke Zeal Girl. Kumpul bareng di lapangan futsal dekat Camp putri untuk acara bulanan untuk menyambut penghuni baru baik di Zeal Boy maupun di Zeal Girl sekaligus perkenalan instructor camp dan Direktur Webster-Zeal. Lumayan seru, karena anak-anak Zeal Boy pada gokil. Bikin ulah yang membikin perut ngak berhenti menahan tawa. Saat pertemuan bareng tadilah aku berkenalan dengan Abang Sadli, guru MTs di Makasar. Konon beliau sudah 2 bulan stay di Pare.

Akhirnya kesendirianku melebur. Semangat yang tadi pagi pudar, malam ini sudah tumbuh kembali. Besok pagi kelas sudah dimulai sejak Shubuh. Baru berakhir menjelang Isya. Mudah-mudahan Allah memberikan kekuatan kepadaku untuk menjalani perjuangan ini. Tentu aku sangat mengharapkan do’a dari pengunjung semua… Btw, selamat menunggu postingan berikutnya dariku ya, langsung dari Kampung Inggris, Pare Kediri… :)