Kembali kutatap dalam fotomu. Saat aku benar-benar letih malam ini. Dengan iringan “Azimat Cinta” dan “Beradu di Khayalan” Kak Siti Nurhaliza. Harap kedamaian datang obati hati nan gelisah. Harap semangat kembali hadir. Mengusir segala resah yang membelit jiwa.

Setelah melabuhkan hati padamu, rasanya aku tak butuh untuk dekat dengan gadis lain. Cukuplah engkau bertahta di hati, karena aku tak mau yang lain. Tak ada niat melirik yang lain, karena pesonamu tak ada ganti.

Dalam do’a-do’a selepas sholatku, namamulah yang kupintakan pada Allah. Tidak yang lain. Tak pernah aku bosan ntuk memohon. Meski tiada kepastian yang kudapatkan saat ini.

Biarkanlah aku menunggu keputusan Ilahi. Sabar dan setia akan menghiasi penantianku. Kan kucuba bentengi hati dari godaan. Tak akan aku mengkhianati kata-kata cinta yang telah kuucapkan. Karena rasa ini lahir dari sanubari. Bukan sekedar igauan sepi seorang laki-laki sunyi.

Cinta kepadamulah yang membuatku kembali bangkit dari keputusasaan. Ingin bersua denganmu dalam keadaan diri lebih baik dari hari ini-lah yang membuatku berani kembali turun ke gelanggang kehidupan.

Aku tak ingin lagi menjadi petualang cinta yang melabuhkan hati ke sana ke mari. Aku ingin menjadi pejuang cinta, yang hanya mencintai satu gadis saja dengan sepenuh hati. Aku bertahan hanya untuk menunggumu. Aku berharap hanya kepadamu. Bukan gadis lain, bukan wanita lain.

Tuhan, kupasrahkan semua pada Engkau. Aku hanyalah hamba yang mengharapkan cinta dari ciptaanmu nan terindah. Aku benar-benar jatuh cinta padanya. Kumohon kekalkanlah cinta ini di hatiku… Amien…