Tulisanku bertajuk “Dilema Asrama Putri“, agaknya memang telah memancing kisruh yang membangkitkan kembali luka lama di antara dua asrama. Sebenarnya aku ingin menghapus saja postingan yang kubuat dengan sangat emosional itu. Karena semua berangkat dari sebuah spontanitas yang terasa  nihil setelah kudapatkan data-data investigatif baru yang kulakukan 2 hari belakangan ini. Banyak yang terjebak pada tulisan prematurku itu. Hingga melupakan tulisanku yang terbaru dan lebih kontemplatif, “Revolusi: Hak Generasi Baru”

Meskipun berbagai data yang kudapatkan begitu runyam dan saling bertolak belakang, tapi setelah kurenungkan dalam-dalam ternyata memang kesimpulan di “Revolusi: Hak Generasi Baru” yang menjadi jawaban dari semua ini.

Aku bisa saja menguraikan semuanya di sini panjang lebar. Membuat deskripsi berhalaman-halaman tentang apa yang sebenarnya terjadi. Tapi semua itu hanya membuat masalah semakin runyam – semakin memperparah perpecahan.

Apa bentuk pertanggungjawabanku sebagai bagian dari Generasi Tua??? Bagaimana aku harus menjelaskan kepada para alumni Mersi dan Bundo Kanduang yang lagi mesra-mesranya setelah mengadakan dua rangkaian halal bi halal di Padang beberapa waktu yang lalu? Kenyataan ironis, ketika aku terlibat dalam aksi bakar-bakaran emosi dengan teman-teman Bundo Kanduang, sementara alumni-alumni Mersi-BK yang menelponku begitu bersemangat mengukuhkan eksistensi Ikatan Alumni Mersi-BK di seluruh Nusantara.

Rasanya aku tak ingin melanjutkan investigasi ini lebih jauh. Karena akan banyak aib yang akan dibicarakan, akan banyak teman-teman yang akan saling tak enakan. Membuat kecurigaan semakin besar, dan konflik akan bergulir menjadi dendam. Cukup aku berhenti sampai di sini. Dan kuyakin bahwa saatnya generasi tua untuk pergi adalah pilihan terbaik untuk memulihkan suasana di asrama.

Setelah ini aku akan melanjutkan memikirkan masa depanku. Kembali berkutat dengan pencarian kerja dan beasiswa. Tadi pagi telah kulewati 2 tes awal penerimaan “Kepala Kantor” Lembaga Bimbingan Neutron Yogyakarta. Percobaan pertama pencarian kerja pasca operasi mata. Iseng-iseng berhadiah sambil menunggu proses pemulihan mata yang masih dua bulan 2 lagi.

Besok masih ada tes wawancara, kemudian menunggu pengumuman kelulusan pada tanggal 2 Oktober 2010. Kalau berhasil, tentu aku teramat bersyukur karena bisa lepas dari jeratan status pengangguran berbulan-bulan membelitku. Jika belum juga beruntung, giliran Pare Kediri menjadi labuhanku berikutnya…

Eh, barusan Dokter Daru ngirim sms. Nanya sesuatu spesial sama aku. He2.. He2.. Pokoknya ada deh..:) he2.. Ngak boleh disiarkan ke publik. Ini  rahasia pasien sama dokternya… he2.. he2…

************************

E***, masih bertahta cinta ini di hatiku. Kemarin malam, saat resah berkelindan  kubuka lagi wall facebookmu. Kulihat beberapa foto baru, edisi lebaranmu ketika pulang kampung kemarin. Senyummu aliran rasa gembira. Hilangkan beban yang mendera. Engkaulah segalanya, mengalahkan pesona yang lainnya.

Bila rindu, kusebut namamu. Bila resah, bayangmu damaikan jiwaku. Meski harus menanti bertahun, akupun rela. Karena perjuangan cinta akan ku bina hingga hujungnya… I Love U, Honey…