“Bahkan dalam kegelapan yang paling gulita pun kita memiliki hak untuk mengharapkan seberkas cahaya, dan seberkas cahaya semacam itu memang akan lebih banyak datang bukan terutama dari teori-teori dan konsep-konsep akan tetapi dari sinar yang tidak pasti, berkelap-kelip, dan sering kali lemah lembut yang kaum pria dan perempuan biaskan dalam hidupnya dan dalam karyanya…” (Hannah Arendt – “Man in the Dark Times” -)

Hujan kembali turun. Kembali sejukkan hari dan hadirkan damai dalam hati ini. Kucuba lihat dari balik jendela riuh rintik-rintiknya. Kamar ini masih sepi, masih sunyi. Hanya ada aku dan komputer kesayangan yang masih setia menemani.

Detik-detik menghabiskan bulan September. Setelah itu, aku akan memulai petualangan baru. Demi sebuah ekspektasi masa depan yang benar-benar kuat menguasai pikiranku. Tak roboh oleh senyuman sinis dan cibiran para pesimistis yang tak pernah membiarkan mimpi menjadi inspirasi.

Ya, awal bulan Oktober ini insya Allah aku berencana berangkat menuju Pare Kediri. Ambil kursus bahasa Inggris sekitar 3 bulan, demi pencapaian score toefl 550. Karena awal tahun ini berbagai beasiswa S2 ke luar negeri sudah mulai dibuka. Dan salah satu syarat penting yang harus kumiliki untuk bertarung mendapatkannya adalah score toefl sebanyak itu.

Niatku ke Pare semakin menggebu setelah tadi pagi Gloria (Adik kelas di Filsafat UGM yang Agustus kemarin diwisuda sebagai lulusan terbaik fakultas dengan IPK 3,85) mengirimkan sms kepadaku bahwa dia sudah stay di Pare. Katanya sudah daftar kursus dan sudah dapat kos-an juga. Tanggal 25 besok Gloria sudah mulai menikmati hari-hari mengasyikkan dengan english day dari pagi sampai malam.

Insya Allah aku akan menyusul Gloria. Pilihan tempat sudah di tangan lewat rekomendasi Mas Ghufron (Senior di IMM UGM – lulusan Teknik UGM)  yang pernah 2 bulan menuntut ilmu di Pare. Lewat chat panjang sampai mendekati tengah malam, Mas Ghufron begitu bersemangat memberikan berbagai macam informasi tentang Pare kepadaku. Hingga aku mendapatkan kesimpulan, ambil Grammar plus Toefl di Elfast dan Speaking di Webster.

Dorongan semangat tak serta merta putus. Masih ada Mas Gonda (teman satu angkatan di IMM UGM) yang sedia bercerita panjang lebar kepadaku tentang kuliah di India. Lewat chat live di facebook New Delhi – Jogjakarta, beliau begitu antusias menerangkan seluk-beluk perkuliahan di negeri Commonwealth itu. Mulai dari syarat pendaftaran, biaya kuliah, living cost, suasana perkuliahan, sampai nuansa keagamaan di sana. Seolah-olah beliau melambai kepadaku sambil berteriak, “Mas Anggun, ayo ke sini… India aku memberikan petualangan intelektual baru untukmu…“.

Ya, sebelum menapakkan kaki di India (amien…), aku harus bertarung dulu di Pare. Menguatkan kemampuan bahasa Inggrisku yang masih belepotan saat ini. Mudah-mudahan waktu 3 bulan cukup bagiku untuk mengayuh biduk berlayar ke pulau impian. Seiring dengan itu, akupun harus mempersiapkan bahan bacaan untuk persiapan masuk Universitas di India. Kemarin pas lihat test syllabus di Departement of Philosophy Aligarkh University, aku kaget. Ada banyak yang akan diujiankan. Dari Filsafat Barat, Filsafat India, Etika, Filsafat Islam. Artinya aku harus hunting buku-buku filsafat lagi di Perpustakaan Fakultas. Kalau bisa difotocopy sekalian bekal bacaan selama di Pare.

Tak ada yang tak mungkin di dunia ini selama kita berusaha ntuk mewujudkan mimpi.  Memang ketika kita masih bermimpi, orang akan mencibir dengan pandangan sinis. Tapi jangan biarkan semua itu mengalahkan semangat yang telah berbuncah di dada. Cukuplah mendengarkan teman-teman inspiratif yang selalu menyalurkan energi positif. Jangan dengarkan para pecundang yang hanya berteriak-teriak iri ntuk hentikan langkah kita.

Tuhan telah membiarkan manusia ntuk bermimpi. Membekali manusia dengan  pikiran dan kekuatan. Membalut semua itu dalam sebuah harapan. Sekarang saatnya kaki dilangkahkan, tangan diayunkan. Karena lewat geraklah, kehidupan di alam semesta ini terus berjalan. Kan ku kukuhkan tekad di hati, kobarkan semangat di dadaku. Karena kuyakin di hari esok akan ada hidup yang baru…