Menjelang shubuh, ketika gelisah menguasai diriku. Kucuba ntuk hilangkan, namun semakin lama semakin kuat ia membelitku. Tanpa kusadari, saat aku berbaring kembali di kamar setelah balik menonton bola dari ruang tv asrama, lisanku menyebut namamu berulang kali. Setelah itu, entah kenapa resah itu seketika hilang. Ada bahagia dan kelegaan gaib yang tak bisa kujelaskan. Hingga kukukirimkan sebuah sms kejujuran kepadamu persis jam 4.00 tadi.

E***, izinkan aku menunggumu. Meski tanpa sebuah kepastian. Biarkanlah harapan ini tetap bertahta di hatiku, walaupun engkau tak memberikan janji apa-apa. Telah kucuba mendekati yang lain. Tapi hanya ekstase sesaat yang kudapatkan. Setelah itu, aku kembali dibelit gelisah demi kegelisahan.

Sayang, aku tak ingin menjadi “petualang cinta”. Tapi aku ingin menjadi “pejuang cinta”. Karena cinta suci bukan hadir karena lelucon dan senda-gurau belaka. Bukan berawal dari sebuah permainan dan permintaan asal-asalan saja. Cinta suci berasal dari hati. Yang lahir setelah bertanya pada nurani. Yang hadir tanpa benci. Yang berkekalan meski cobaan menghalangi.

Itulah cinta yang kurasakan padamu. Ada getaran yang berbeda ketika aku menelponmu, berbicara denganmu, ataupun mengirimkan sms kepadamu. Ada suasana hati yang berbeda ketika memanggil namamu ataupun ketika teman-teman kita menyebut namamu. Nuansa yang lagi-lagi tak bisa kujelaskan lewat kata-kata.

Mulai saat ini, biarlah kukuatkan diri ntuk menunggumu. Sampai engkau tak halal lagi untuk kuingat. Ketika engkau telah dipinang oleh pemuda lain. Walaupun itu akan sangat berat, tapi aku yakin bisa melewatinya selama masih engkau sisakan sudut hatimu untukku meskipun sedikit saja.

Hingga akupun bisa tenang kembali meneruskan perjuangkanku untuk memperjuangkan nasib dan mencari beasiswa S2 ke luar negeri. Sebagaimana motivasi yang terus Mas Gonda (teman lama di IMM dulu) sampaikan kepadaku setiap chat live-nya langsung dari India tempat ia sedang mengambil S2 saat ini.

“Man jadda wa jadda.. Kalau bisa jangan cari kerja Mas.. Tapi buat usaha sendiri… Bahkan potensi Mas Anggun menulis kalau dikembangkan akan luar biasa.. Tapi saran saya jangan hanya curhat… Tapi mulai fokus mendalami satu bidang tertentu…”

Ya, lewat kata-kata inspiratif yang disampaikan oleh Mas Gonda, aku akan memperbaiki diri agar pantas engkau miliki. Karena ku tahu engkau adalah sosok istimewa, yang hanya bisa didekati oleh insan istimewa pula.

Sayang, berikanlah aku kesempatan sekali lagi untuk membuktikan diri. Berikanlah aku waktu untuk menjadikan diri pantas menjadi pendamping dirimu… Mau kan Honey????….