Kumandang takbir terdengar dari menara-menara masjid. Genap sudah 30 hari Ramadhan tahun 1431 H. Saatnya menyambut fajar baru di hari nan fitri esok hari. Aku masih di sini. Masih di kamar sepi ini. Sama seperti tahun yang lalu. Masih sama dengan 2-3-4 tahun yang lalu. Ya, sudah 4 lebaran aku lewati di perantauan. Sudah 4 tahun pula aku tiada menginjakkan kaki di ranah Minang.

Tiada tangis, karena semua sudah menjadi biasa. Tak ada baju baru, tak ada kue lebaran, tak ada sanak keluarga, sudah menjadi hal biasa bagiku. Alunan takbir yang kerap kali menghadirkan airmata, sekarang tak lagi kentara. Malah berubah menjadi tawa bahagia karena Idul Fitri akan segera datang.

Kalau soal makan, ngak usah khawatir. Para pedagang Jogja masih berbaik hati membuka warung dan lapak-lapak mereka. Tinggal pilih, mau makan nasi padang, buah-buahan, nasi goreng, angkringan, pecel lele, bakso atau yang lebih mahal, semua tersedia. Ambil motor, kebut gas dikit menuju jalan raya, maka berjejerlah warung-warung tenda dan restaurant di sepanjang jalan Jogja.

Kacamata baruku seharga 250 ribu tadi sudah jadi. Kuambil di Optik RS Mata “YAP” Cik di Tiro. Lumayan ganteng juga aku kalau pake kacamata. Cukuplah buat persiapan sholat i’ed besok. Paling tidak, ngak kayak Bajak Laut lagi. Mata tertutup sebelah dengan lempeng alumniun pemberian RS. Sardjito selepas operasi kemarin… He2.. He2..

Di malam menjelang hari raya ini, aku ingin habiskan waktu dengan suka hati. Hilangkan semua gundah di hati. Rancang acara-acara silaturahim ke rumah-rumah orang-orang tua Minang di Jogja buat besok. Biar selamat pula makan saban sehari atau dua hari. Biar bisa juga kunikmati masakan lebaran, meski tidak di rumah sendiri…he2..:)

Sejenak benamkan kecewa karena status pengangguran yang masih membelit diri. Sementara melepas pikiran dari hal-hal serius yang mengerjitkan dahi. Untuk berhappy ria barang beberapa hari selama liburan lebaran.

Setelah itu, aku akan kembali berjuang mencari kerja. Memasukkan lamaran selama peluang untuk alumni filsafat dibuka. Bertarung mengalahkan soal-soal tes kerja yang seringkali membuatku aku kecewa. Mengalahkan saingan sesama jobseeker demi meraih satu kursi sebagai pegawai baru. Membuat terpukau para interviewer hingga memilihku untuk menjadi karyawan baru perusahaan mereka.

Karena aku adalah alumni UGM. Universitas hebat di negeri ini. Universitas yang menyandang nama besar “Gadjah Mada”. Panglima Majapahit yang berhasil membuktikan ikrarnya untuk menaklukkan Nusantara. Semangat Gadjah Mada telah membara di dadaku. Setelah sejenak menenangkan diri selama Idul Fitri, aku kembali ke medan laga. Membuktikan diri bahwa aku bukanlah pecundang. Membuktikan pada dunia bahwa aku punya bakat besar… Semangat…

Eh, sebelum lupa, Aku ingin mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri tahun 1341 Hijrian kepada seluruh pengunjung blog-ku ini. MINAL AIDIN WAL FAIZIN… MET RAYA.. HE2…HE2..

Dan kado spesial untukku di malam takbiran ini adalah Dek Ochi akhirnya mengapprove facebook-ku lagi. He2.. AKU SENANG BANGET… MAT LEBARAN YA DEK..:)