Ada bahagia yang tak terkira siang ini. Sepulang dari Poliklinik Mata RS. Sardjito. Kembali bertemu dengan dr. Daru yang baik. Disambut senyuman beliau saja membuatku melayang. Seolah-olah tak ada sakit pasca operasi. Tak hanya itu saja, 2 dokter muda asal Malaysia membuatku betah berlama-lama di Rumah Sakit. Beberapa kali salah satu dokter muda Malaysia itu memasangkan penutup mataku karena memang dr. Daru belum selesai memeriksa.

Sebelumnya, di pintu masuk klinik tanpa diduga aku disambut ramah dan sapaan khas dari seseorang yang tak asing lagi. Ya Allah, Mbak Ribkhi dengan dengan senyum manisnya sudah berdiri di depanku. Setelah sekian lama tak bertatap muka, siang tadi aku bisa ketemu lagi mbak Ribkhi, teman di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah yang kebetulan lagi koas di Poliklinik Mata Rs. Sardjito… Salam buat Mas Ferdha ya Qi. Selamat mudik nanti malam. Hati-hati di jalan…:)

Sungguh, bertemu dengan sosok-sosok istimewa berjas putih tadi membuatku teramat bahagia. Entah bagaimana aku mengungkapkannya. Mungkin hanya tangisan saja yang bisa menjelaskan semua. Betapa kasih sayang yang dianugerahkan Allah ke dalam hati manusia mengalahkan semua. Mengalahkan keajaiban alam semesta. Mengantarkan Manusia jauh melampaui derajat Malaikat. Lewat kasih sayanglah dunia ini terasa begitu indah.

Saat ini aku masih menunggu telepon dari PT. Insan Madani. Apakah wawancara kemarin berujung dengan diterimanya sebagai karyawan. Jika tak ada deringan telepon sampai sore ini, berarti memang aku belum beruntung. Tapi aku tak akan putus asa ntuk terus memasukkan lamaran lagi. Sabtu kemarin aku sudah juga mengirimkan lamaran ke Tribun Jogja. Mudah-mudahan setelah ini masih ada lowongan untuk alumni filsafat. Terutama untuk formasi pns  tahun ini.

Kata Dokter Daru, aku harus cek rutin seminggu sekali selama 3 bulan. Karena memang kasus sakit mataku agak unik. Jadi harus mendapat perawatan intensif. Selama itu aku hanya boleh keluar kota selama satu minggu. Setelah itu harus balik lagi ke Jogja, untuk diperiksa oleh dokter mata di Sardjito. Baru setelah 3 bulan aku baru boleh menjalani operasi kedua dengan laser. Mungkin bisa juga beriringan dengan operasi ketiga untuk perbaikan otot bola mata.  Kayaknya rencana ke Pare Kediri jadi tertunda. Tapi tak apalah, toh aku masih bisa ambil kursus di Jogja. Ambil kursus intensif di Sanata Dharma dan ambil camp di JED. Sampai score toeflku mencapai 550. Jika sudah mencapai score itu, aku akan cuba apply beasiswa S2.

Masih terkobar semangatku untuk “menjadi orang”. Masih bertahta semangat untuk mewujudkan impian dan cita-cita nan telah terpatri. Menjadi penulis terkenal dan akademisi kawakan. Bersanding dengan sosok istri nan sholehah. Melahirkan anak-anak cerdas dan berbakti untuk agama-bangsa. Kalau bisa ada yang jadi dokter, mengabdi kepada masyarakat seperti dr. Daru, dan dr. Ribkhi… Amien

Nanti sore, aku akan mengambil kacamata baru di Optik RS. Dr. Yap. Tadi sudah pesan di counter Poliklinik Mata Sardjito. Entah seperti apa nanti rupaku dengan kacamata. Mudah-mudahan semakin tampak smart dan dewasa… He2.. He2.. Amien…

Dalam alunan derasnya rintik hujan di siang ini beriringan dengan Lagu “Doa untuk Ibu” dari Unggu dan “To Love You More” by Celine Dion, ingin kusampaikan terima kasihku kepada-Mu Ya Allah. Atas cinta yang telah engkau karuniakan kepadaku. Atas cinta Ibu dan Ayah yang tiada henti kepadaku. Atas cinta sahabat-sahabat terbaik yang menemani hari-hari sepiku. Atas kehadiran insan-insan istimewa kala hari-hari berat menderaku. Terima kasih atas semuanya Ya Allah…

Betapa indahnya jika hidup dipenuhi cinta. Meleburkan kebencian. Melewati susah dengan kesabaran. Menerima karunia dengan kesyukuran. Ya Allah, biarkanlah cinta ini terus bertahta di hatiku. Karena hanya cintalah aku bisa terus meneruskan hidup dengan senyuman…