Hangat dalam dekapanmu… Memberikan aku kedamaian… Eratnya pelukmu, nikmatnya belaimu… Takkan pernah terlupakan… (Do’a untuk Ibu – Unggu)

Hujan belum jua berhenti. Angin malam  membelai tubuhku dalam dingin tak tertahankan. Kucuba tahan lapar karena cuaca tak memungkinkan untuk keluar. Hanya lewat alunan lagu terbaru Unggu “D’oa untuk Ibu” dan “To Love You More” obati sepi di kamar ini.

Aku tak akan menangisi pilihan untuk sakit dan berlebaran di Jogja kali ini. Aku tak akan menjadi pemuda cenggeng yang mudah menitikkan airmata karena sedikit kepedihan. Aku yakin akan kuat menjalani semua ini. Melewati semua ini dengan senyuman.

Aku adalah anak rantau yang tak boleh kalah oleh suasana hati dan igauan akan kampung halaman secara berlebihan. Harus betah melalui hari-hari sepi tanpa orang-orang yang dicintai, hatta pada momen-momen melankolis seperti hari raya Idul Fitri sekalipun.

Karena lewat sakitlah aku belajar untuk tegar. Lewat perantauan aku akan mengerti arti sebuah kebersamaan. Memahami indahnya persahabatan tanpa pamrih dan balasan.

Rintik hujan masih belum reda. Iqomah Isya telah berkumandang dari Masjid Asrama. Sebentar lagi aku ingin ambil wudhu ntuk tunaikan sholat… Selamat malam Jogja….