Aku ingin menyapamu lagi, Blog-ku sayang. Meski tiada yang akan membaca tulisan tak bermutuku ini, aku akan tetap menulis untukmu. Karena aku menyintaimu. Sahabat yang telah menemani hari-hari sepi-ku sejak tahun 2006 yang lalu. Sudah 4 tahun perjalananku engkau rekam dalam memorimu.

Hampir-hampir saja pecah tangisku. Barusan di masjid asrama ada ceramah rutin setiap Jum’at menjelang berbuka puasa. Seperti biasa, aku selalu mementingkan mencari makanan untuk disantap selepas sholat tarawih. Sambil menebalkan muka menghampiri masjid karena ceramah sudah dimulai. Menundukkan muka sampai aku mendapatkan tempat duduk di dekat jama’ah bapak-bapak.

Ustadz yang tadi mengisi ceramahlah yang membuatku “tertampar” begitu hebat. Menampar keegoan diri dan kesombonganku selama ini. Menyentuh nuraniku yang larut memikirkan diri sendiri.

Ustadz muda asli Jakarta yang menyampaikan ceramah begitu memikat tadi, ternyata mantan misionaris. Hidayah Allah datang kepada seluruh keluarganya. Setelah masuk Islam, beliaupun masuk STAIN Surakarta jurusan Syariah. Selepas kuliah, beliau pingin balik ke Jakarta. Tapi menyaksikan membanjirmya ustadz di Jakarta, beliaupun mencari tempat dakwah yang memang benar-benar membutuhkan kehadiran seorang ustadz. Berlabuhlah beliau di Gunung Kidul, kota gersang di selatan Yogyakarta yang terkenal dengan geliat Kristenisasi. Banyak orang Islam masuk Kristen hanya gara-gara sebungkus mie dan se-dus aqua.

Ustadz Yusuf Ismail menyentakkan impian muluk-mulukku kuliah di luar negeri hanya demi sebuah gengsi. Biar besok selepas mendapatkan MA atau M.Phil kemudian berlagak kepada semua orang, “inilah lho aku, Anggun Gunawan, S.Fil., M.Phil”. Betapa piciknya pikiranku. Betapa kecintaanku kepada kepopularitas dunia begitu besar. Sangat berbeda dengan ustadz Yusuf Ismail yang telah mewakafkan diri di jalan Allah untuk membendung kristenisasi di Gunung Kidul. Mendidik hampir 200 anak-anak dhuafa, agar menjadi pejuang-pejuang Islam setelah besar kelak…

Ya Allah, terima kasih atas tamparan ini. Mengingatkanku kembali untuk kembali pada jalanMu… Menyadarkan aku akan langkah yang akan kutuju…