Pagi ini, dua mimpi buruk datang dalam tidurku. Persis mirip dengan dua penantian yang sedang kujalani. Mudah-mudahan hanya implikasi dari kalutnya pikiran yang menimpaku beberapa hari ini.

Setelah ceramah Ustadz Ridwan Hamidi kemarin pagi, jiwaku sudah lumayan tenang. Hanya sedikit tersisa penyesalan atas kegagalan demi kegagalan yang menimpa.

Sejak bangun barusan, sudah tiga sms dari teman-teman SMA yang singgah di handphoneku. Permintaan maaf sebagai tanda menyambut Ramadhan nan segera datang.

Malam ini adalah pengumuman hasil tes kerja PT. Pelindo II. Momen yang paling kutunggu setelah menjadi jobseeker hampir 6 bulan lamanya.

Malam tadi, menjelang tidur, rasa rindu menyerangku begitu kuat. Hanya rekaman memori ketika kita berjumpa di Jakarta beberapa hari yang lalu, menjadi penawar.

Pagi ini, saat menyalakan komputer kutemui dirimu di chat Facebook dan Yahoomail. Aku hanya bisa tercenung melihat status onlinemu tanpa bisa berbuat apa-apa. Karena aku tak akan mengingkari janji kita. Aku akan sabar menunggu hari itu.

Setiap orang ada rizkinya. Kita hanya berusaha ntuk mengejar impian, tapi semua keputusan ada di tangan-Nya. Meski besar harapanku kerja di PT. Pelindo II, walaupun begitu besar impianku bisa bersama dirimu, namun aku sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan negasi dari semua itu. Aku akan ikhlas apapun keputusan yang berlaku untuk diriku.

Jika memang bekerja di PT. Pelindo baik untuk diriku, kumohon pada Allah, agar aku termasuk daftar nama yang diluluskan. Jika memang dirimu baik untuk diriku, agama, keluarga dan masa depanku, kupintakan pada Allah, agar kita bisa menjalin ikatan suci mengikuti sunnah Rasul-Nya.

Kupanjatkan itu dalam setiap do’a-do’a sepiku. Tentang apa keputusan-Nya, aku hanya bisa bersabar menerima apapun yang ditakdirkan untukku.

Satu hal yang pasti, aku memang bukanlah sosok istimewa. Tiada pintar, perawakanpun biasa. Masih terombang-ambing dalam kedewasaan dan kekanak-kanakan.

Aku hanya punya mimpi. Impian bisa kuliah di luar negeri dan bekerja dengan gaji tinggi. Aku akan berusaha mewujudkan mimpi-mimpi itu. Meski berat dan butuh perjuangan yang tak singkat…

Kujalani hidup, karena Allah masih sayang padaku.  Dia masih berikan aku kesempatan beribadah. Berikan aku orangtua, yang tak jemu dengan proses panjang yang kulalui.

Takkan kubiarkan putus asa bertahta di jiwaku. Apapun yang terjadi, hidup harus terus berjalan, selama Tuhan memberikanku nafas untuk bertahan. Aku akan berpindah mencari peruntungan lain setelah kegagalan. Karena ntuk mencapai keberhasilan memang harus melewati liku yang terkadang menyisakan luka mendalam. Tapi setiap luka pasti akan sembuh, seiring berjalannya waktu.

Hari ini kukuatkan diri, entah apapun hasil PT. Pelindo II. Hari ini kukuatkan hati untuk menjalani masa penantian, meski ku tak tahu apa keputusan yang akan engkau berikan.

Ya Allah, kukuatkan hamba-Mu ini untuk menerima segala takdir-Mu. Jangan biarkan keputusasaan menjadi raja dalam hatiku. Berikan jalan yang terbaik. Karena tiada lagi tempat meminta selain Engkau Ya Allah…