Sudah dua kali aku minggat dari tes di Jogja. Pertama, hari Sabtu kemarin saat tes di Harian Jogja. Kedua, pagi saat tes kerja di Penerbit Citra Media. Tiada rasa penyesalan, dan pilihan ini kuambil dengan sadar. Aku masih setengah hati memutuskan bekerja di Jogja. Memang sih, udara dan suasana Jogja sudah akrab banget denganku. Bahkan sempat kepikiran mau bikin rumah di Jogja kalau sudah kaya nanti (Amien…). Tapi entah kenapa aku belum klop aja berkarier di sini.

Aku masih punya harapan besar bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Karena waktu kuliah yang sudah cukup lama, hanya bisa “kubalas” dengan pencapaian bekerja di perusahaan bergengsi. Apalagi aku harus nyari modal buat persiapan nikah. Sama-sama tahulah, gaji karyawan di Jogja jarang menembus angka 2 juta.

Mangkir dari tes Harian Jogja lebih disebabkan fisikku ngedrop sehabis pulang dari Jakarta. Ngak lanjutin tes di Citra Media lebih dikarenakan males aja ngerjain tes-nya yang seabreg. Mungkin baru selesai habis Ashar, karena banyak tulisan yang mesti dikerjakan. Tambah lagi, ternyata Penerbit di dekat UIN Sunan Kalijaga ini pernah menolak naskah buku “Messianik Yahudi” ku. Penolakan yang masih menyisakan sedikit luka, hingga akhirnya membuatku memutuskan untuk menerbitkan sendiri lewat bantuan Percetakan Kanisius.

Entah kenapa, minggu ini perasaanku ngak enak. Bawaan malas kembali menggelayuti tubuhku. Yang kepikiran cuma bagaimana hasil tes PT. Pelabuhan Indonesia II dan Indonesia Mengajar yang akan diumumkan hari Sabtu besok.

Rencana periksa mata ke RS. Sardjito-pun belum jadi kulakukan. Mudah-mudahan besok bisa, karena Bapak sudah bertanya-tanya.

Cabut dari Citra Media, kusempatkan mampir di JED. Daftar tes toefl gratis lagi dan menanyakan kursus program Ramadhan. Paling tidak bisa membangkitkan semangatku kembali membaca buku toefl. Seraya berharap tes kali ini score bisa naik dari tes terakhir di ILP 2 minggu lalu. Ambil kursus bulan Ramadhan biar ngak terlalu banyak waktu habis karena tidur.

Sebenarnya setelah pengumuman tes Pelindo dan Indonesia Mengajar, pingin langsung ke Pare aja. Cuma kalau diterima dan harus mengikuti tes selanjutnya, kayaknya aku harus tetap stay di Jogja. Biar wara-wirinya ngak terlalu ribet.

Ya, mudah-mudahan ada jalan terbaik untukku. Kepada Harian Jogja dan Penerbit Citra Media mohon maaf karena telah kutinggalkan. Bukan karena apa-apa, terus-terang aku masih punya harapan besar untuk bekerja di perusahaan besar dan punya nama. Bukan sok-sokan, tapi ini adalah pilihan realistis demi masa depanku.