Beberapa menit menjelang sholat Ashar. Menanti mendung turun menjadi hujan. Biar hilang semua gerah berbalut dengan terbangan debu nan menyesakkan dada. Kucuba ntuk menulis beberapa bait kata, menghilangkan risau di hati. Sambil mendengarkan lagu Kak Siti Nurhaliza dan Mandy Moore.

Hari ini adalah hari pertama kucuba ntuk memenuhi janji yang telah kita ikrarkan tadi malam. Sebagaimana permintaan yang engkau pintakan kepadaku. Baru terasa olehku bagaimana beratnya perjuangan untuk menjaga janji ini.

Tadi pagi ketika rombongan SMK Semen Padang yang berkunjung ke asramaku tadi malam, pamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Wonosari, kemudian terus ke Borobudur dan Tasikmalaya, seorang senior asrama tiba-tiba bikin konspirasi yang tak kuduga. Seorang guru SMK Semen Padang yang masih single dan lumayan cantik cuba dikenalkannya kepadaku. Para Bapak guru-pun turut mendukung konspirasi. Dipanggillah Ibu Guru Muda yang mengajar Elektro itu ntuk menghampiriku. Akhirnya aku harus membuka pembicaraan dalam obrolan singkat dengan pikiran kalut mengingatmu.

Wajah Ibu Guru Muda yang berasal dari Solok itu memang manis. Anak-anak asrama-pun setelah acara ramah-tamah tadi malam pada pingin kenalan lebih jauh dengan sang Ibu. Tapi, entah kenapa aku yang bisa berkenalan langsung dengannya. Apalagi ditambahin bumbu, “calon pegawai Pelindo” sama kakak senior asrama yang lagi ambil S2 di UGM. Ah, mati kutu awak dibuatnya…

Namun, kucuba kendalikan emosi. Kendalikan hati. Pada nurani kuberkata, “Gun, inilah ujian pertamamu untuk membuktikan bahwa cintamu pada E*** adalah cinta sebenarnya.” Sekuat tenaga kucuba ingat dirimu. Meskipun terasa amat berat karena tak bisa menyapamu. Aku ingin menelpon, biar buyar seketika godaan itu. Tapi “janji kita” tadi malam tidak memungkinkan untukku melakukannya.

Aku terus bertarung dengan pikiranku sendiri. Alihkan godaan dengan kegiatan lain. Alhamdulillah, sore ini semua telah hilang. Aku kembali dalam track-ku lagi. Karena memang bukan dia yang kucari. Tapi dirimu Honey. Dirimulah yang kucintai. Dirimulah yang kusebut dalam do’a selepas sholatku.

Yakinlah, meskipun “berpisah sementara waktu” begitu berat, namun ku janji tak akan khianati apa yang telah kita ikrarkan. Takkan ku terbuai dengan pesona gadis lain, karena hatiku sudah kuberikan untukmu. Percayalah Honey, aku akan jaga kepercayaan yang telah engkau berikan. Karena aku bukanlah laki-laki petualang cinta yang mudah silau dengan kemilau permata lain. Sekali kuucapkan cinta, selama itu kukuatkan diri untuk setia…