Hujan sudah mulai reda. Namun, awan hitam masih naungi langit Jogja. Kucuba lagi rangkai bait-bait kata di blog ini. Setelah beberapa hari kutinggalkan karena harus menjalani tes kerja di Jakarta. Berangkat Senin pagi dan baru kembali kemarin pagi. Selama itu juga aku tak bersentuhan dengan internet. Karena terfokus dengan psikotest Republika selama 2 hari.

Sakit setelah mengikuti tes wawancara dengan psikolog Rabu masih terasa sampai detik ini. Tubuhku masih lemah. Lebih banyak habiskan waktu untuk tidur sejak kedatangan di Jogja. Belum ada hal yang berarti kulakukan. Baju kotor masih bertumpuk di kamar. Kelanjutan kursus di JED juga masih terabaikan.

Tanganpun terasa kaku. Absen beberapa hari memang membuat jari tak lagi lentik bermain di atas keyboard. Pikiran juga tak lagi begitu cepat merangkai narasi.

Kucuba dengarkan beberapa lagu sendu dari Kak Siti Nurhaliza, Boy Sandi dan Mandy Moore biar inspirasi hadir kembali. Namun, gelayutan kerinduan pada kampung halaman yang kurasakan. Bisikan-bisikan halus yang membawaku terbang jauh. Berkelibat dengan bayangan gadis manis itu, Greaty…

Bermusim tinggalkan perlabuhan… Layari hidup sendirian… Kembali kumencari fajar suci…… Hati ini sering melagukan rindu… Senyum tangismu di mata ku… Andai waktu bisa menemukan semula…. Akan kubina kasih dulu bersamamu….

Masih mengalun Lagu “Camar yang Pulang” dari suara merdu Kak Siti Nurhaliza. Lagu yang dipopulerkan oleh Penyanyi Malaysia juga, Aishah.

Semakin kuat aku merenung, semakin kuat rasa ketidaktahuan menyelimuti diriku. Pertanyaan radikal dari Rene Descartes, who am i?, juga menghinggapiku.

Aku kembali kosong. Kembali menuju titik nol. Tak tahu apa yang harus lakukan….  ????%%##@@@???